Waspada
Waspada » Eddy WS: Skill Kunci Keberhasilan Seorang Perally
Headlines Hiburan Otomotif

Eddy WS: Skill Kunci Keberhasilan Seorang Perally

EDDY WS, Ucok alias Syariful Adil, Rifat Sungkar dan Zulfandi Harahap.
EDDY WS, Ucok alias Syariful Adil, Rifat Sungkar dan Zulfandi Harahap.

EDDY WS dan Syariful Adil alias Ucok dua perally kenamaan asal Medan berbagi pengalaman mengenai sepak terjangnya mengarungi dunia otomotif termasuk masalah kekompakkan dalam team hingga mereka mampu meraih tujuh kali juara nasional Rally Indonesia.

Saat menggelar bincang santai bersama Eddy WS dipandu Zulfandi Harahap juga dikenal sebagai peRally tangguh kota Medan menyebutkan, ia pertama kali mengenal dunia otomotif sejak ikut slalom test.

Kiprahnya di ajang dunia otomotif makin lebar bahkan sering ikut perlombaan di berbagai daerah di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan sampai ke Bali.

“Saat itu hampir tiap minggu ada perlombaan slalom test. Aku sampai lupa Kuliah dan syukurnya berhasil juga tamat walaupun hampir tujuh tahun” ujar Eddy sambil ketawa.

Karir Eddy WS di dunia otomotif makin gemilang setelah berhasil tampil sebagai juara umum slalom test di Lhokseumawe, tanpa diduganya menarik perhatian Team Suzuki TSA yang langsung mengajaknya bergabung dengan mereka.

Kebetulan rekannya Syariful Adil alias Ucok baru kembali dari jakarta setelah menamatkan kuliah di Universitas Pancasila diajaknya ikut bersamanya.

“Sebenarnya Kami sudah sering bekerjasama mengikuti slalom test sebelum menjadi pasangan di event rally”, ujarnya.

Di tahun 90-an kota Medan lagi mulai booming rally Gudang Garam Rally menjadi titik awal karirnya menembus tingkat nasional setelah berhasil juara di kelas S10 mengendarai Suzuki Amenity yang biasa digunakannya ikut Slalom Test.

Di tahun 1994 sponsor kemudian menawarkan mereka naik ke kelas N4 bersama Mazda 323 Familia bersaing dengan Lancer Evo3, Ford escord cosworth, Subaru Legacy andalan Chandra Alim dan T Andi yachmoon. Hasilnya cukup mengejutkan, karena mereka sukses meraih Juara Grup N sekaligus posisi 5 overall mengatasi beberapa perally nasional yang memacu mobil Grup A (WRC).

Tahun 2005-2006 pasangan ini kembali terjun mengikuti ajang rally dunia di Indonesia mengendarai Suzuki Aerio yang bodynya SUV kemudian Swift yang dikalangan perally dianggap sebelah mata, karena saat itu mobil Rally di Indonesia dikuasai Mitsubhisi.

Namun setelah mereka berhasil meraih Juara Nasional Rally Indonesia 2006 menggunakan Suzuki Swift di grup N15 (standar 1500cc) banyak yang penasaran karena mengalahkan perally group GR2 (modifikasi s/d 2000cc).

“Apa benar ini mobil standar ya?”, begitu pertanyaan dilontarkan para perally saingan mereka usai menjuarai Grup N15.

“Mobil kami standar, bisa dicek baut di mesinnya masih ada segel pabriknya”, kata Ucok saat ditanya petugas Scrutineering di Palembang, Medan, Makassar dan Bali.

Sayangnya tahun 2008 peraturan nasional rally berubah mengharamkan pereli seeded B main di group N15. Padahal mereka berniat menciptakan ‘hatrick’ Juara Nasional Grup N15.

Karena tidak bisa main di N16, Eddy WS bersama rekannya Ucok naik ke group GR2-1 (modifikasi s/d 1600cc) meskipun dengan spesifikasi mobil yang sama (standar) mereka tetap bisa tampil sebagai juara nasional.

Eddy WS maupun Ucok ingin membuktikan bahwa rally itu bisa murah karena selalu hadir dengan mobil dan team minimalis yang sebelumnya mereka mengandalkan banyak modifikasi padahal menurut mereka skill itu menjadi segalanya. (m12)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2