Waspada
Waspada » Yayasan, Rektorat Minta Mahasiswa Kosongkan Kampus ITM 1×24 Jam
Headlines Medan

Yayasan, Rektorat Minta Mahasiswa Kosongkan Kampus ITM 1×24 Jam

PENGURUS Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna dan Rektorat didampingi pengacara menggelar temu pers terkait dikuasainya kampus Institut Teknologi Medan oleh mahasiswa. Waspada/M Ferdinan Sembiring
PENGURUS Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna dan Rektorat didampingi pengacara menggelar temu pers terkait dikuasainya kampus Institut Teknologi Medan oleh mahasiswa. Waspada/M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna mengingatkan kepada mahasiswa Institut Teknologi Medan untuk mengosongkan kampus paling lama 1×24 jam.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Munajat Syamsuddin bersama unsur yayasan lainnya Hamzah, dan Plt Rektor Insitut Teknologi Medan Ramlan Tambunan, WR IV Mustafa saat sejumlah pengacara saat temu pers di Medan, Jumat (10/7) sore.

Yayasan mengultimatum mahasiswa karena sudah tiga hari melakukan penguasaan kampus Institut Teknologi Medan selama demonstran.

“Apabila tidak mengindahkan maka tindakan demonstran ini akan dilaporkan kepada pihak kepolisian,” tegas Munajat.

Dia juga menekankan, bahwa Plt Rektor Institut Teknologi Medan Ramlan Tambunan dibantu dengan WR 1-4 Surya Murni Yunus, Munajat, Mahyuzar Masri, dan Mustafa adalah pengurus rektorat yang legal.

Dalam kesempatan itu Ramlan Tambunan mengungkapkan, mahasiswa melakukan demo pada, Rabu (8/7) diduga bermula dari kebingunan mahasiswa Institut Teknologi Medan dalam membayar uang kuliah.

Namun pihaknya sangat menyayangkan, karena dalam demonstrasi yang dilakukan segelintir mahasiswa bukan lagi penyampaian pendapat tapi sudah bertindak anarkis bukan hanya bakar ban, melakukan coretan bahkan perusakan sarana kampus di antaranya pemecahan kaca, perusakan/penjebolan pintu ruang kerja Plt Rektor, perusakan pintu/jerjak besi, perusakan spanduk informasi, pemukulan dan penyiraman bensin terhadap 2 orang satpam Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna.

“Kita masih mendalami apakah penyiraman bensin ini adalah unsur ketidaksengajaan atau kesengajaan sebagai tahapan pembunuhan berencana,” katanya.

Selanjutnya demonstran juga menguasai ruang Plt Rektor dan Kantor Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna sampai saat ini.

Selain demonstram melakukan penguncian pintu gerbang Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna menyebabkan kepala sekolah dan pegawai SMP, SMA, SMK Dwiwarna tidak dapat bekerja serta siswa dan orang tua siswa perguruan Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna yang berurusan tidak dapat terlayani.

Demikian juga Ketua dan Sekretaris Jurusan Dekan, dan Plt Rektor bersama biro dan UPT tidak dapat bekerja.

Mahasiswa yang mengurus administrasi perkuliahan, praktikum dan kegiatan lainnya terhalang.

“Sampai saat ini, demonstran masih memblokir akses masuk dan menguasai kampus, sehingga kegiatan sekolah dan kampus lumpuh,” terang Ramlan.

Akibat dari itu semua, lanjut Ramlan, menyebabkan kerugian material dan non material telah melampaui batas kewajaran untuk “menyampaikan pendapat”.

Oleh karena itu, diimbau kepada demonstran mahasiswa untuk mengosongkan kantor yayasan dan rektorat, membuka gembok pintu/gerbang masuk, tidak melakukan penghalangan kegiatan administrasi, belajar/mengajar di sekolah, perkuliahan dan praktikum di Institut Teknologi Medan dan dapat berjalan normal seperti biasa. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2