Waspada
Waspada » Wisjnu Wardhana Jabat Kasi Pidum Kejari Tobasa, Ini Profilnya
Aceh Headlines

Wisjnu Wardhana Jabat Kasi Pidum Kejari Tobasa, Ini Profilnya

KAJARI Tobasa Dr. Robinson Sitorus dan Kasi Pidum Kejari Tobasa Wisjnu Wardhana SH MH berfoto bersama usai dilantik. Waspada/Ist
KAJARI Tobasa Dr. Robinson Sitorus dan Kasi Pidum Kejari Tobasa Wisjnu Wardhana SH MH berfoto bersama usai dilantik. Waspada/Ist

TOBA (Waspada): Wisjnu Wardhana, SH, MH resmi menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Wisjnu dilantik secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tobasa Dr Robinson Sitorus Jumat (26/6) di Gedung Kejari Tobasa.

Wisjnu menempati posisi Kasi Pidum menggantikan AP Frianto Naibaho.

Dimana Wisjnu sebelumnya Kepala Sub Seksi Upaya Hukum dan Eksekusi Pidsus Kejari Deliserdang.

Berikut ini profilnya.

Wisjnu kelahiran Jakarta, 02 Januari 1984 ini memiliki latar belakang pendidikan hukum dari Universitas Airlangga.

Anak dari pasangan Ariffin Setia dengan Hj Dra Asmah itu selama menjabat lebih kurang 3 tahun sebagai Kepala Sub Seksi Upaya Hukum dan Eksekusi Pidsus Kejari Deliserdang merupakan dikenal sosok mudah senyum dan mudah berbaur.

Dengan amanah tugas yang di emban suami dari Eti susilawaty dan ayah dari Fathihah Messiah, Fabiayyi Al Ziban dan Joesoef El Barrack Biidzinillah sebagai Kasi Pidum berharap dukungan dan bimbingan dari rekannya juga mitra kerjanya.

“Saya berharap dukungan dan bimbingan dalam menjabat sebagai Kasipidum. Besar harapan saya menjadi jaksa yang profesional dan jujur seperti arahan bapak Kajari Tobasa,” ungkapnya.

“Sebelumnya saya Kasubsie Pidsus di Kejaksaan Negeri Deliserdang kurang lebih 3 tahun,” tambah Wisjnu.

Wisjnu selama bertugas di Kejari Deliserdang menyebutkan, berbagai kasus yang pernah ditanganinya menjadi menarik perhatian saat itu dirinya langsung sebagai Ketua Tim Jaksa penyidik dugaan korupsi penjualan Tanah HGU PTPN II yang merugikan negara sebesar 1,1 triliunan dengan terdakwa Sri Astuti.

Kemudian Wisjnu juga dipercaya sebagai Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum kasus dugaan penjualan tanah negara di Helvetia dengan terdakwa Tamin Sukardi dengan kerugian negara 235 Milyar Rupiah.

Sedangkan sebelumnya, Kajari Tobasa Dr Robinson Sitorus, berpesan, seorang Jaksa harus bisa bertugas jujur dan profesional.

Pergantian struktural merupakan hal yang lumrah, segera cepat menyesuaikan diri.

“Kepada pejabat lama, selamat atas jabatan baru di Bengkulu, semoga kembali nanti ke Balige menjadi kepala kejaksaan,” harapnya. (a36/a08)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2