Wilayah Perbatasan Sumut-Aceh Dilanda Banjir - Waspada
banner 325x300

Wilayah Perbatasan Sumut-Aceh Dilanda Banjir

  • Bagikan
AKSES jalan dari Simpang Paluh Pasir menuju Kampung Baru, Desa Halaban, Kecamatan Besitang terendam banjir. Waspada/Ist
AKSES jalan dari Simpang Paluh Pasir menuju Kampung Baru, Desa Halaban, Kecamatan Besitang terendam banjir. Waspada/Ist

BESITANG (Waspada): Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan empat dusun di wilayah perbatasan Sumut-Aceh, persisnya di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Sabtu (28/11) malam dilanda banjir.

Peristiwa banjir yang berlangsung hingga, Minggu (29/11) menyebabkan infrastruktur jalan dan sejumlah rumah warga di Dusun XV, Dusun V, Dusun I, dan Dusun XIX terendam air bercampur lumpur dengan ketinggian antara 40 s/d 50 cm lebih.

Di kawasan Simpang Paluh Pasir menuju Kampung Baru, akses jalan terendam banjir hampir sepinggang orang dewasa sehingga sejumlah kenderan roda empat, termasuk roda dua praktis tak dapat melintasi jalan tersebut.

Menjelang siang, situasi air mulai berangsur surut di beberapa lokasi, seperti di Gang Yeye.

Namun, di kawasan Simpang Paluh Pasir, persisnya di lokasi pekuburan muslim, volume air masih tetap bertahan.

Arus air mengalir deras menyeberangi ruas jalan.

Di desa paling ujung di provinsi Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan provinsi Aceh ini rawan terjadi banjir apabila intensitas curah hujan.

Peristiwa alam yang kerab terjadi setiap tahun ini diduga akibat parit pembuangan air terlalu kecil dan dangkal.

Kades Halaban, Tamaruddin dihubungi Waspada mengatakan, banjir terjadi akibat hujan yang turun cukup deras, Sabtu malam.

“Ada empat dusun yang terendam,” katanya tanpa merinci berapa jumlah rumah warga perbatasan Sumut-Aceh dilanda banjir.

Kades mengatakan, penimbunan jalur proyek PT KAI yang cukup tinggi meresahkan warga, sebab tanah timbunan tergerus dan dibawa air hingga masuk ke rumah warga.

“Kita minta PT KAI harus mencarikan solusi demi keamanan warga,” ujarnya.

Selain itu, Kades juga meminta kepada pihak perusahaan sawmill yang berlokasi di Dusun I agar mendalami parit dan memperbesar buk (gorong-gorong) di depan pintu masuk menuju perusahan agar air berjalan lancar dan tidak meluber ke jalan. (a10)

  • Bagikan