Waspada
Waspada » Wawancara Harry-Meghan Jadi Puncak Permusuhan Dengan Media Inggris
Headlines Hiburan

Wawancara Harry-Meghan Jadi Puncak Permusuhan Dengan Media Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle blak-blakan soal keputusan mereka meninggalkan kerajaan Inggris dalam wawancara bersama Oprah Winfrey pada Minggu. AP

Wawancara Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle dengan Oprah Winfrey yang paling ditunggu-tunggu pada Minggu menjadi umpan bagi pers, karena berpusat seputar keluarnya pasangan itu dari keluarga kerajaan Inggris.

Ini adalah perubahan terbaru yang mendefinisikan kembali hubungan antara media Inggris dan bangsawan, dari penghormatan ke pengawasan yang lebih cermat dan narasi gaya opera sabun, menurut beberapa pakar media.

Secara historis, wawancara kerajaan jarang terjadi dan keluarga kerajaan diatur apa yang harus mereka ungkapkan ke publik.

Tapi wawancara Harry-Meghan dengan Oprah dinilai sangat jauh dari era ketika “jangan pernah mengeluh, jangan pernah menjelaskan” menjadi moto tidak resmi yang mengatur interaksi antara keluarga kerajaan Inggris dan pers.

“Menurut saya ini akan menjadi pertama kalinya mereka benar-benar dapat merasakan ini adalah kesempatan untuk menyampaikan suara otentik mereka, bersama-sama,” jelas Steven Barnett, profesor media dan komunikasi di London University of Westminster, kepada NBC News menjelang wawancara tersebut, dikutip Senin (8/3).

Wawancara Pangeran Harry dan Meghan Markle bersama Oprah Winfrey pada Minggu menjadi headline berbagai surat kabar Inggris AP

Pemberitaan rasis

Dalam wawancara lain pekan lalu, Harry mengatakan kepada James Corden, liputan media “toxic” Inggris “merusak kesehatan mental saya,” dan salah satu yang menyebabkan dia pindah ke Amerika Serikat.

Dalam salah satu video yang dirilis menjelang wawancara dengan Oprah menunjukkan sebuah foto mendiang ibu Harry, Putri Diana, saat dia membahas tekanan yang dia hadapi.

Diana meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997 saat dia dikejar oleh paparazzi. Dalam video itu Harry mengungkapkan ketakutannya “sejarah terulang kembali,” dengan istrinya yang menghadapi pengawasan media yang intens.

Ketika pasangan itu berpacaran pada 2016, Harry mengambil langkah yang tidak biasa dengan meminta media untuk menghentikan pelecehan terhadap Meghan, dalam pernyataan tegas.

Pakar media mengatakan wawancara Oprah akhir pekan ini lebih mirip dengan perselisihan pada 1995 antara Putri Diana dan jurnalis BBC, Martin Bashir, yang sejak itu mendapat sorotan baru.

Wawancara itu membuat keluarga kerajaan terguncang setelah Diana mengungkapkan hal sensitif, mengatakan: “Kami bertiga dalam pernikahan ini,” mengacu pada hubungan Charles dengan istrinya yang sekarang, Camilla, Duchess of Cornwall.

Beberapa pengamat mengatakan Harry dan Meghan telah menantang hubungan tradisional media dengan keluarga kerajaan, membuat geram media.

“Bangsawan Inggris sebagian besar tidak melawan,” ujar Marlene Koenig, penulis biografi kerajaan Inggris dan Eropa. “Bola sekarang ada di pihak Harry dan Meghan.” (the guardian/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2