Warga Diminta Tak Panik Beli BBM

Warga Diminta Tak Panik Beli BBM

  • Bagikan
RATUSAN jerigen bersama pengendara sepedamotor terlihat antri di SPBU 14.203. 173 Jalan Medan Batangkuis, Sabtu siang (16/.10). Waspada/Partono Budy
RATUSAN jerigen bersama pengendara sepedamotor terlihat antri di SPBU 14.203. 173 Jalan Medan Batangkuis, Sabtu siang (16/.10). Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Antrean panjang warga untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (BBM) di Medan dan Deli Serdang. Pertamina diminta untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak panic buying (buru-buru membeli), karena dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak sosial.

Berdasarkan amatan Waspada, Sabtu siang (16/10), antrean panjang terlihat di SPBU Pertamina 14-202-104, SPBU 14.203. 173 dan SPBU Transit 14 203 1103 masing-masing di Jalan Letda Sudjono Medan Tembung, Medan; di kawasan Medan – Batangkuis; dan Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Deli Serdang.

Kepada Waspada, Rina dari pengelola SPBU Pertamina 14-202-104, Medan Tembung tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi serbuan konsumen. “Ini kita sudah normal, BBM kita standy by dalam dua shift, siang dan sore. Sudah cukup itu, jadi gak usah panik,” kata Rina.

Kepanikan menurut Rina terjadi karena warga khawatir BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax habis. “Wajar aja, tapi beberapa hari lagi akan normal, ” ujarnya.

Dia mengaku beberapa hari lalu, stok BBM kecuali Bio Solar tersendat, katanya lambat masuk dari Pertamina,” sebutnya.

Tak berbeda situasinya di SPBU 14.203. 173 di Jalan Besar Medan Batangkuis, antrean panjang justru terlihat dari penjual BBM eceren yang ingin menjualnya kepada masyarakat.

“Kami disuruh nunggu, ini sudah 3 jam, belum boleh juga. Katanya, yang naik kendaraan didulukan,” ujar Sofyan, warga Bandar Khalifa, yang berprofesi sebagai penjual BBM eceran.

Menurutnya, Pertamina tak membolehkan pembelian melalui jerigen sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Tapi petugas mengizinkan asal antri,” katanya.

Di SPBU Transit 14 203 1103, situasinya dalam beberapa hari berbeda. Amatan Waspada Jumat malam, sejumlah security tampak membariskan pembeli yang menggunakan jerigen untuk dijual.

“Sempat terjadi dorong mendorong, karena jumlah pembeli meluber hingga di bagian depan masjid Jamik yang berada di samping SPBU itu,” kata Zulhijah, warga Jl Pancasila, Payagambar, Batangkuis, Deli Serdang.

Namun Sabtu pagi, situasi relatif normal kembali karena stok BBM di SPBU tersebut sudah tersedia. “Sudah normal, bang,” tukas Zulkifly, salah seorang staf di sana.

Sosialisasikan

Mengantisipasi terjadinya gejolak di tengah masyarakat, anggota DPRD Sumut, Mustafa Adam Kamil dari Fraksi NasDem kepada Waspada, meminta kepada PT Pertamina Sumbagut untuk terus mensosialisasikan agar masyarakat tidak panic buying.

“Ini kan sudah mulai normal ya, hanya ekses dari kelangkaan BBM itu membuat warga sedikit takut, itu wajar saja, karena BBM sebelumnya langka,” kata anggota dewan Dapil I Medan ini.

Sebelumnya, Manager Communication, Relation, dan CSR Regional Sumbagut, Taufikurachman menyebutkan, pihaknya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sudah dua kali memenuhi panggilan Polda Sumut untuk menjelaskan situasi terakhir distribusi BBM.

Ia pun mengaku stok BBM sekarang sudah normal. Ia pun beralasan, mobil pengangkut minyak sedang dalam perjalanan, sehingga terjadi kelangkaan di beberapa titik SPBU.

“Kan kita sekarang sudah normalisasi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” sebutnya. Dia menjelaskan, beberapa hari lalu memang sempat terjadi keterlambatan kapal tanker, sehingga stok BBM yang ada harus didistribusi sedemikian rupa sembari menunggu kapal tanker berikutnya sandar di terminal BBM Belawan.

Ia mengatakan, kapal tanker tersebut bermuatan 15.900 Kilo Liter (KL), dengan jumlah tersebut diperkirakan stok BBM aman untuk beberapa hari ke depan di Sumut.

Pertamina terpaksa memperketat distribusi agar stok yang ada tak serta merta dihabiskan yang justru menimbulkan kelangkaan luar biasa di lapangan.

Dia juga menampik bahwa kondisi yang terjadi saat ini disebut kelangkaan BBM. Namun, stok BBM justru ada, hanya distribusinya saja yang terlambat. Apalagi, setelah PPKM dilonggarkan pemerintah, konsumsi BBM di Sumut naik signifikan hingga 11 persen.

Hal inilah yang membuat kondisi di lapangan seolah-olah BBM langka karena setiap kali BBM didistribusikan ke SPBU, seketika itu juga langsung habis.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga siap memberikan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi, misalnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

“Dengan menurunnya level PPKM aktivitas masyarakat mulai meningkat dan seiring dengan itu telah terjadi kenaikan konsumsi BBM,” katanya. Dia juga mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak perlu membeli BBM secara berlebihan. (cpb)

  • Bagikan