banner 325x300

Viral Video Diduga Kadis Pertanian Humbahas Terima Fee Proyek 14 Persen

  • Bagikan
OKNUM Kadis Pertanian menerima uang Rp50 juta sebagai panjar atas fee proyek di Onanganjang.
OKNUM Kadis Pertanian menerima uang Rp50 juta sebagai panjar atas fee proyek di Onanganjang.

DOLOKSANGGUL (Waspada): Video diduga pejabat Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), inisial JM terima fee proyek 14 persen, beredar viral di media sosial facebook.

Bahkan video yang berdurasi 9 menit 11 detik itu pun menyeret nama bupati yang menyetujui fee proyek di daerah itu.

Dalam percakapan rekaman video berbahasa daerah Batak Toba itu, penyedia jasa/rekanan proyek dengan pejabat diduga Kepala Dinas Pertanian itu sempat tawar menawar atas besaran ‘fee’ layaknya jual beli ikan asin.

Mulai dari 10 persen hingga akhirnya jatuh ke angka 14 persen.

Di akhir percakapan, JM pun menerima uang panjar Rp50 juta.

Uang segepok pecahan Rp100 ribu yang diberikan penyedia jasa itu dengan cepat disambar JM dan disimpan ke dalam laci meja kerjanya.

Selanjutnya, penyedia jasa tadi meminta proyek di Onanganjang, Kabupaten Humbahas.

Sementara sisa atas fee 14 persen akan disetorkan kepada JM setelah pemenang tender diumumkan.

Vidio transaksi fee proyek itu, menggambarkan ruang kerja pejabat Kepala Dinas Pertanian Humbahas dengan pintu terbuka.

Pada dinding belakang meja kerja kepala dinas, tampak tergantung foto bupati dan wakil bupati dalam bingkai ukuran sedang.

Tampak juga sang kadis menerima berkas administrasi dari salahsatu stafnya untuk didisposisi kepada sekretaris dinas.

Video yang diunggah oleh akun facebook atas nama Samuel Hafder Sianturi dan akun Aduhot Simamora di laman grup facebook Kabar-Kabari Humbang Hasundutan (KKHH), pada Rabu (28/10) itu langsung di screenshot dan dibagikan para warganet sehingga beredar viral.

Menanggapi rekaman video itu, tak jarang pegiat medsos menghujat oknum pejabat diatas serta pemberi fee proyek itu.

Terkait rekaman video tersebut, oknum pejabat yang diduga Kadis Pertanian Humbahas itu saat beberapa kali dikonfirmasi Waspada, Jumat (30/10) via teleponnya tidak berhasil.

Diklarifikasi melalui aplikasi WhatsApp juga tidak berbalas. (cas)

  • Bagikan