Waspada
Waspada » Viral Diduga Terpapar Corona Ternyata Negatif
Aceh Headlines

Viral Diduga Terpapar Corona Ternyata Negatif

KADIS Kesehatan Kota Lhokseumase Said Alam didampingi Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Iskandar Muda (Dandenkesyah IM 04 01) Letkol Ckm Wawan Supandi, SKM, S Kep, M Kes dan Karumkit TK IV 07 01 Kesrem Lhokseumawe Mayor Ckm dr Arief Puguh, Sp PD, menyatakan pasien yang diduga suspect ternyata negatif dan berstatus ODP. Berlangsung dalam konferensi pers yang digelar di RS Kesrem, Kamis (19/3). Waspada/Zainuddin Abdullah
KADIS Kesehatan Kota Lhokseumase Said Alam didampingi Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Iskandar Muda (Dandenkesyah IM 04 01) Letkol Ckm Wawan Supandi, SKM, S Kep, M Kes dan Karumkit TK IV 07 01 Kesrem Lhokseumawe Mayor Ckm dr Arief Puguh, Sp PD, menyatakan pasien yang diduga suspect ternyata negatif dan berstatus ODP. Berlangsung dalam konferensi pers yang digelar di RS Kesrem, Kamis (19/3). Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Seorang warga yang sebelumnya menjadi viral karena diduga suspect corona di Pos Siaga Rumah Sakit Kesrem Kota Lhokseumawe, akhirnya diputuskan berstatus ODP dengan hasil pemeriksaan medis kesehatan ternyata negatif.

Demikian Kadis Kesehatan Kota Lhokseumawe Said Alam dalam konfrensi pers yang digelar di Rumah Sakit Kesrem Kota Lhokseumawe, Kamis (19/3), terkait penanganan pasien yang cemas terkena corona.

Dikatakannya, pada Rabu (18/3), seorang warga berinisial W, 32 yang menderita Demam tinggi, sakit kepala, sulit bernafas dirujuk ke Pos Siaga COVID-19 Rumah Sakit Kesrem.

Bahkan, sebelumnya korban sempat dikabarkan sudah berstatus suspect, ternyata setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosanya menunjukkan hasil negatif.

Said menjelaskan setelah dilakukan penanganan medis di Pos Siaga COVID-19 Rs Kesrem ternyata negatif dan semua organ seperti paru-paru masih stabil dan normal.

Pasca itu, pasien dinyatakan berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan sudah bisa kembali pulang ke rumah dan dijemput keluarganya sekira pukul 17:30 Wib.

Karena sebelumnya si W Sempat menimbulkan keresahan sebab disebut berstatus suspect, maka pihak Dinkes Kota Lhokseumawe dan Pos Siaga COVID-19 Rumah Sakit Kesrem menyatakan hal itu tidak benar. Karena hasilnya sudah dinyatakan negatif.

Said menjelaskan untuk menghilangkan kepanikan warga maka pihak Dinkes Kota Lhokseumawe akan memberi penjelasan kePada perangkat desa sekaligus mensosialisasikan tentang COVID-19 agar mendapat pemahaman.

Menurut dr Paru-Paru Rs Kesrem Herlina Nina mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan si W adalah negatif, mengingat hasil diagnosanya menunjukkan paru-parunya stabil, dan lainnya masih normal.

Pasien sudah bisa kembali ke rumah, tapi berstatus ODP, dan bisa kembali dirawat bila terjadi perubahan kondisib kesehatannya.

Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Iskandar Muda (Dandenkesyah IM 04 01) Letkol Ckm Wawan Supandi, SKM, S Kep, M Kes melalui Karumkit TK IV 07 01 Kesrem Lhokseumawe Mayor Ckm dr Arief Puguh, Sp PD, mengatakan pihaknya tetap akan bereaksi cepat dan menerima warga yang merasa kecemasan terkena Virus Corona.

Sehingga untuk memperlancar tugas siaga penanganan COVID-19 maka pihaknya masih memiliki berbagai kekurangan fasilitas dan kapasitas pada pemerintah melalui Dinkes Kota Lhokseumawe.

Sementara itu salah seorang anggota DPRk Lhokseumawe Azhari mengatakan dirinya terpaksa mengambil sikap membantu si W yang baru pulang dari daerah basis Corona di Depok Jakarta. Ketika itu, W menyampaikan keluhannya di Facebook kalau dirinya ditolak rawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia.

“Si W yang merasa cemas dengan gejala sakitnya sudah pergi ke RSUCM, namun disuruh pulang. Sehingga W masih merasa cemas, hingga terkucil dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Karena keluhan itu, Azhari mengaku dirinya pun ikut membantu membawa W ke Pos Siaga COVID-19 di Rs Kesrem agar bisa mendapat kepastian dan menghilangkan rasa cemasnya.

“Kalau ada orang yang merasa cemas dengan kondisi kesehatannya yang mirip dengan gejala Corona, tentu harus mendapat bantuan medis untuk memastikannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan. Bila hasilnya negatif, tentu dapat menghilangkan kecemasannya dan meredam kepanikan masyarakat,” tegasnya. (b16)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2