Waspada
Waspada » Vaksinasi Dimulai, IHSG Dan Rupiah Menguat
Ekonomi Headlines

Vaksinasi Dimulai, IHSG Dan Rupiah Menguat

JAKARTA (Waspada): Berdasarkan data Bloomberg program vaksinasi dimulai membuat posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menguat. 

Adalah Presiden Joko Widodo yang merupakan orang pertama disuntik vaksin Covid-19 Sinovac asal China, kemudian diikuti sejumlah menteri, serta sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat, mulai dari pengusaha, tokoh agama, buruh, dan perwakilan profesi.

Mengutip data Bloomberg, IHSG ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama Rabu (13/1/2021). IHSG menguat 32 poin atau 0,51 persen ke level 6.428. Indeks sempat naik 1,02 persen saat pembukaan dan bergerak di rentang 6.393,89 hingga 6.460,65 sepanjang sesi pertama.

Data tersebut menyebutkan,  sebanyak 216 saham menguat, 248 saham melemah, dan 149 saham stagnan. Kinerja di sesi pertama sekaligus melanjutkan tren positif, mana pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,2 persen ke level 6.395,66. 

Saham PT Acset Indonusa Tbk. dan PT Aneka Tambang Tbk. mencetak kenaikan tajam hingga sesi pertama. Saham ACST naik 19,75 persen ke level 570 sedangkan saham ANTM naik 9,39 persen ke posisi 3.030. 

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tercatat sebagai saham yang paling banyak diborong investor asing. Saham BBRI mencatata net buy oleh investor asing sebesar Rp313,4 miliar dan menutup babak pertama dengan penguatan 1,48 persen ke level 4.790.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin buatan Sinovac. Vaksinasi tersebut dilakukan bersama sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat, mulai dari pengusaha, tokoh agama, buruh, dan perwakilan profesi.

“Vaksinasi harus dilakukan guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Vaksinasi akan memberikan perlindungan kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi masyarakat Indonesia. Ini juga membantu percepatan proses pemulihan ekonomi,” ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/1). 

Zona Hijau

Dari Bloomberg dilansir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menguat dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu Pagi (13/1). Rupiah dibuka menguat 0,23 persen menjadi Rp14.097,5 per dolar AS hingga pukul 09.08 WIB. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS turun 0,15 persen menjadi 89.961

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tuka rupiah masih rentan. Sebab kenaikan imbal hasil pemerintah Amerika Serikat yaitu Treasury AS menunjukkan investor mengantisipasi belanja pemerintah yang lebih tinggi di bawah Pemerintahan Joe Biden.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menambahkan, pergerakan nilai rupiah pada hari ini masih akan dipengaruhi oleh kebijakan pencegahan penyebaran corona. Hal ini diproyeksikan akan memperlambat proses pemulihan ekonomi di kuartal I/2021. 

Sementara dari luar negeri, ekspektasi perbaikan ekonomi AS, mendorong naiknya imbal hasil obligasi di AS. Hal tersebut mendorong investor kembali memburu mata uang dolar AS.

Menurutnya, sentimen dimulainya proses vaksinasi virus corona di Indonesia belum akan mampu mendorong rebound mata uang garuda.

“Hal tersebut karena disaat yang bersamaan sentimen tapering off yang dilakukan AS akan mendorong penguatan lanjutan dolar AS,” jelasnya (J03) 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2