Usaha Kongres Membatalkan Kemenangan Biden Diperkirakan Gagal - Waspada

Usaha Kongres Membatalkan Kemenangan Biden Diperkirakan Gagal

  • Bagikan
Raphael Warnock dari Partai Demokrat memenangi pemilihan di Negara Bagian Georgia pada Rabu (6/1/2021). Ia juga mencetak sejarah sebagai senator kulit hitam pertama dalam sejarah Georgia serta membuat Demokrat semakin berkuasa di senat. AP

 

ATLANTA, AS (Waspada): Usaha Presiden Donald Trump dan sebagian besar senator yang berencana menghalangi kemenangan Joe Biden duduk di Gedung Putih diperkirakan akan gagal, karena Partai Demokrat mengontrol DPR dan bersatu dalam mendukung Biden.

Terlebih setelah Senator Raphael Warnock dari Partai Demokrat memenangi pemilihan di Negara Bagian Georgia pada Rabu (6/1/2021).

Ia juga mencetak sejarah sebagai senator kulit hitam pertama dalam sejarah Georgia serta membuat Demokrat semakin berkuasa di senat.

Anggota Kongres dari Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika dijadwalkan bertemu pada Rabu waktu setempat dalam sidang paripurna Kongres untuk menghitung dan mengesahkan suara elektoral berdasarkan hasil pemilihan presiden November lalu.

Sidang itu merupakan langkah terakhir setelah Electoral College secara resmi memilih Joe Biden pada 14 Desember.

Fungsi sidang yang biasanya rutin dan seremonial ini telah berubah menjadi ujian lakmus atas kesetiaan anggota parlemen Republik kepada Trump. Lebih dari 100 loyalis Trump akan menantang sertifikasi.

Berdasarkan Amendemen ke-12, kedua majelis harus bertemu untuk secara resmi menghitung dan mengesahkan hasil Electoral College dari 50 negara bagian dan District of Columbia.

Perwakilan dari partai Demokrat dan Republik di Senat dan DPR ditunjuk sebagai “pembaca” dari masing-masing majelis. Wakil Presiden Mike Pence, dalam kapasitasnya sebagai presiden Senat, memimpin sesi bersama tersebut.

Jika dia tidak bisa memimpin, senator terlama di partai mayoritas, dalam hal ini, Senator Republik Chuck Grassley dari Iowa, memimpin sidang sebagai presiden Senat pro-tempore.

Dalam upaya terakhir untuk mempertahankan Trump di Gedung Putih, lebih dari seratus anggota DPR dari Partai Republik dan 12 senator mengatakan mereka berencana untuk menolak penghitungan electoral college dari beberapa atau seluruh enam negara bagian yang dimenangkan oleh Biden.

Enam negara bagian itu adalah Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, Pennsylvania, dan Wisconsin. Mereka juga menuntut agar sebuah komisi dibentuk untuk mengaudit hasil pemilu.

Sebagian besar senator yang berencana mengajukan keberatan mewakili negara bagian-negara bagian di mana Trump tetap sangat popular. Keberatan mereka diperkirakan akan gagal karena Partai Demokrat mengontrol DPR dan bersatu dalam mendukung Biden.

Senat, meskipun dikontrol secara tipis oleh Partai Republik, kemungkinan tidak akan memberikan suara yang mendukung, dan beberapa senator Partai Republik sudah menyatakan mereka menentang penolakan hasil pemilu bersertifikat negara bagian mana pun.

Namun, dengan dua jam perdebatan diizinkan untuk setiap keberatan, ditambah waktu yang dibutuhkan untuk pemungutan suara di setiap majelis, upacara yang biasanya singkat ini kemungkinan akan berubah menjadi acara yang berlarut-larut.

Pentingnya Georgia

Senat, sebagai majelis tinggi Kongres AS, dikendalikan Partai Republik sejak 2014. Biden membawa Partai Demokrat menang di Georgia lagi sejak 1992. Keunggulan tipisnya 49,5 persen berbanding 49,3 persen atas Trump membuat suami Jill Biden tersebut berhak atas 16 electoral votes.

Kedudukan Senat sangat penting untuk mengesahkan undang-undang, pengangkatan kabinet, dan menunjuk Hakim Agung ke pengadilan tertinggi.

Secara teknis saat ini ada 46 kursi Demokrat plus dua Senator independen yaitu Bernie Sanders dan Angus King, tetapi mereka biasanya memberi suara untuk Demokrat.

Menurut analis BBC Anthony Zurcher, dengan hasil seri 50-50 Wakil Presiden Kamala Harris dari Demokrat akan memiliki suara yang menentukan.

Republik sementara ini menduduki 50 kursi Senat dari total 100. Satu kemenangan di Georgia saja bisa membuat mereka unggul, dan dapat menghambat program-program Biden.

Sebaliknya jika Demokrat yang menang di Georgia, tambahan dua kursi akan menbuat kedudukan sama kuat 50-50 tetapi mereka punya kunci dalam diri Kamala Harris.

Tipisnya margin akan membuat setiap UU harus didukung oleh orang-orang sentris seperti Joe Manchon dari West Virginia dan dua senator Arizona. Namun itu tetap membuat presiden baru leluasa menunjuk pejabat pemerintahan dan hakim federal lainnya.

Akan tetapi jika Republik bisa bertahan, maka dalam dua tahun ke depan pemerintahan akan terpecah dan kemungkinan terjadi kemacetan legislatif. Harapan Demokrat akan bertumpu pada keinginan Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell dan sejumlah moderat Republik. (ap/voa/m11)

 

  • Bagikan