MUI Sumut Sampaikan Maklumat Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan

Untuk Daerah Terkendali Covid-19, MUI: Tetap Shalat Berjamaah Di Masjid

  • Bagikan
SUASANA rapat dipimpin Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr Abdulah Syah MA. MUI Sumut sampaikan maklumat pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Waspada/Anum saskia:
SUASANA rapat dipimpin Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr Abdulah Syah MA. MUI Sumut sampaikan maklumat pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Waspada/Anum saskia:

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia atau MUI  Sumut sampaikan maklumat terkait pelaksanaan bulan suci Ramadhan tahun 1441 H/2020 M.

MUI Sumut sampaikan maklumat pelaksanaan bulan suci Ramadhan yang dipaparkan Ketua Umum, Prof Dr H Abdullah Syah.

Ketua Umum MUI menyampaikan maklumat bersama Sekretaris Umum, MA Dr  H  Ardiansyah, Lc MA.

Sekretaris MUI Sumut Dr Ardiansyah MA menyebutkan, berdasarkan hasil rapat Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara, Rabu (15/4).

Kemudian berdasarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19.

Selanjutnya berdasarkan taushiyah MUI Provinsi Sumatera Utara tanggal 27 Maret 2020 tentang
Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Siaga Darurat Coronavirus Desease (Covid-19) di Provinsi Sumatera Utara.

Kemudian, pandangan ke-agamaan Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara terhadap persoalan ibadah kontemporer pada masa wabah Covid-19.

Dan data perkembangan peta sebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumatera Utara.

Selanjutnya pemaparan dari ahli medis oleh Dr Nuryunita Nainggolan, Sp P(k) yang disampaikan dalam rapat Komisi Fatwa pada hari Selasa tanggal 14 April 2020 di  Aula MUI Sumatera Utara.

Maklumat Hasil Rapat:

1. Meminta kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk memuliakan bulan  suci Ramadhan 1441 H dengan meningkatkan amal ibadah seperti berpuasa,  membaca alquran, berzikir, beristiqfar, bershalawat dan berdo’a kepada Allah  SWT serta menghidupkan malam Ramadhan dengan melaksanakan shalat Tarawih
dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

2. Meminta kepada seluruh umat Islam di Provinsi Sumatera Utara untuk  melaksanakan doa qunut nazilah pada setiap shalat fardhu, shalat Jumat dan witir pada shalat tarawih sepanjang bulan Ramadhan.

3. Meminta kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk meningkatkan infak, wakaf dan sedekah serta menyelenggarakan pembayaran zakat harta (mal) dan zakat  fitrah ditunaikan di awal bulan Ramadhan untuk membantu meringankan beban  kaum muslimin khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

4. Meminta kepada DP. MUI Kabupaten/Kota untuk berkoordinasi dengan Pemerintah  Kabupaten/Kota setempat dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan 1441 H di Masjid  dengan terus memperhatikan perkembangan peta sebaran covid-19 di wilayah  masing-masing.

5. Meminta kepada umat Islam di Sumatera Utara yang masih berada di daerah yang potensi penyebaran Covid-19 masih terkendali (berdasarkan data pemerintah  Kabupaten/Kota) untuk tetap melaksanakan shalat fardhu berjamaah, shalat Jumat,  dan tarawih berjamaah di masjid dengan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti:

Wajib Gunakan Masker

a. Setiap jamaah yang memasuki masjid wajib menggunakan masker, membawa  sajadah masing-masing, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk dan  setelah keluar dari masjid.

b. Setiap Badan Kemakmuran Masjid (BKM) wajib menyediakan fasilitas seperti: sabun, hand sanitizer, menggulung ambal/karpet dan secara rutin membersihkan  lantai masjid sebelum dan setelah pelaksanaan ibadah shalat berjamaah dan dapat  menggunakan dana masjid untuk keperluan dimaksud.

c. Setiap jamaah dianjurkan untuk tidak kontak fisik seperti bersalaman dan  berpelukan (sesuai himbauan Pemerintah berkaitan social distancing dan  physical distancing) serta tidak berlama-lama di masjid setelah melaksanakan  ibadah shalat berjamaah.

d. Kepada imam shalat dan khatib Jumat agar memendekkan isi khutbah serta  bacaan ayat Alquran dengan tetap memperhatikan keabsahan shalat dan  khutbah sesuai dengan ketentuan syariat.

6. Meminta kepada umat Islam dengan status PDP (Pasien Dalam Perawatan) dan ODP (Orang Dalam Pengawasan) Covid-19 serta yang sedang sakit diharuskan untuk  melaksanakan ibadah di rumah sebagai bentuk upaya pencegahan penularan (sadd  az-zari’ah).

7. Meminta kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang berada di kawasan  penyebaran Covid-19 tidak terkendali, atau masjid yang jamaahnya positif terpapar  Covid-19. Sementara waktu pelaksanaan shalat Jum’at diganti dengan shalat zuhur di rumah masing-masing dan shalat berjamaah di masjid ditiadakan namun tetap mengumandangkan azan.

8. Menghimbau Kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten, Kota dan  Pihak Kepolisian untuk menutup tempat-tempat maksiat, dan menertibkan lokasi  yang berpotensi menjadi tempat-tempat maksiat, serta mengawal dengan ketat  pelaksanaan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai
penyebaran Covid-19.

9. Menghimbau secara khusus kepada pengusaha-pengusaha Muslim di Sumut membantu fakir-miskin dan kaum dhu’afa dengan  memperbanyak berinfak dan bersedekah serta hibah demi menyelamatkan kehidupan  mereka.

10. Menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi dan mengindahkan imbauan Gubsu untuk tidak mudik ke dalam dan keluar  wilayah Sumut.

Silaturrahim dengan keluarga tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial (medsos) dan video call. (m37)

  • Bagikan