Umat Islam Wajib Mempertahankan Wakaf Dan Masjid

UAS: Umat Islam Wajib Mempertahankan Wakaf Dan Masjid

  • Bagikan
USTADZ Abdul Somad saat menyampaikan tausiyahnya pada acara pengajian rutin di Masjid Amal Silaturrahim Jl Amal Silaturrahim Komplek Rumah Susun Sukaramai, Kelurahan Sukamarai II Kecamatan Medan Area, Senin (4/1). UAS menegaskan, Umat Islam wajib mempertahankan wakaf dan masjid. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
USTADZ Abdul Somad saat menyampaikan tausiyahnya pada acara pengajian rutin di Masjid Amal Silaturrahim Jl Amal Silaturrahim Komplek Rumah Susun Sukaramai, Kelurahan Sukamarai II Kecamatan Medan Area, Senin (4/1). UAS menegaskan, Umat Islam wajib mempertahankan wakaf dan masjid. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Ustadz Prof H Abdul Somad Batubara, Lc, D E S A, PhD menegaskan, umat Islam wajib mempertahankan wakaf dan masjid, dan harus dikelola untuk kepentingan umat.

“Wakaf tidak boleh habis atau hilang, karena wakaf akan kekal selamanya sampai hari kiamat. Wakaf yang baik harus dikelola oleh nazir untuk kepentingan umat,” kata Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dia menyampaikan hal itu di depan ratusan jamaah saat memberikan tausiyah pada pengajian rutin di Masjid Amal Silaturrahim Jl Timah Putih, Komplek Rumah Susun Sukaramai,  Kelurahan Sukaramai II Kecamatan Medan Area, Senin (4/1) baqda Shalat Zuhur.

                                             

Menurut UAS,  jika infaq bisa habis karena untuk berbagai kegiatan atau keperluan masjid, maka yang namanya wakaf tidak boleh habis atau hilang.

Oleh sebab itu, tambah Ustadz Abdul Somad, warga sekitar lokasi wakaf dan para jamaah serta Umat Islam, wajib mempertahankan wakaf dan masjid yang berdiri di atas tanah wakaf.

“Siapa yang berani mengganggu wakaf  maka dia akan berhadapan dengan seluruh umat Islam. Masjid dan wakaf adalah harta umat Islam. Mempertahankan harta saja sudah termasuk mati syahid, apalagi mempertahankan masjid dan tanah wakaf,” jelas alumni Universitas Al Azhar, Mesir, ini yang disambut dengan teriakan takbir; Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Oleh sebab itu, tambah UAS, warga di sekitar Masjid Amal Silaturrahim, para jamaah dan seluruh umat Islam wajib mempertahankan Masjid Amal Silaturrahim yang berdiri di atas tanah wakaf, sehingga Masjid Amal Silaturrahim harus ada sampai hari kiamat.

Bahkan, seharusnya Masjid Amal Silaturrahim dikelola secara profesional lagi, dibangun lebih tinggi dan besar daripada bangunan yang ada di sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, UAS juga mengingatkan seluruh umat Islam, para ulama agar tidak diam saat ada orang-orang yang mengganggu atau memindahkan masjid dan tanah wakaf, karena nantinya akan dimintakan pertanggungjawabannya kepada Allah SWT.

Dibatasi

Acara pengajian rutin tersebut dihadiri sekira 400 jamaah dan dibatasi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sejumlah pengurus Ormas Islam, ulama dan tokoh agama terlihat hadir.

Seperti Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut Drs Aidan Nazwir Panggabean, Ketua Forum Umat Islam Sumut Ustadz Indra Suheri, Ketua Dewan Dakwah Kota Medan Drg M Sahbana.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan Buya Rafdinal, Ustadz Zulfikar Hajar, Ustadz Drs H Amhar Nasution MA, Ketua Majelis Mujahidin Kota Medan Khalid Subrata, Ketua FUI Deliserdang Azhari serta Ustadz Razali Taat.

Sementara itu,  Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Amal Silaturrahim Indra Syafii SE didampingi Ketua   Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim (APMAS) Affan Lubis menyebutkan, pengajian rutin dengan penceramah ustadz kondang asal Kabupaten Batubara itu dengan judul tausiyah Tegakkan Izzah Islam Melalui Ukhuwah.

“Seluruh jamaah yang hadir mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid- 19 yang sudah ditentukan oleh panitia,” katanya.

Jamaah yang hadir hanya dibatasi sebanyak 400 orang dan panitia bersama dengan Gugus Covid-19 tetap memantau pemakaian dan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19, dengan mengerahkan 70 orang petugas pemantau terhadap kepatuhan protokol covid-19.

Tempat duduk jamaah  dibuat berjarak 1 meter dan panitia  menerapkan prokes  Covid-19 secara tegas, baik di dalam dan di luar masjid.

Selain itu, menerapkan penggunaan  hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, cuci tangan dan pemakaian masker. (m27)

  • Bagikan