Umat Islam Diajak Boikot Produk Perancis
banner 325x300

Umat Islam Diajak Boikot Produk Perancis

  • Bagikan
KETUA PW DMI Sumut H Irhamuddin Siregar MA. Umat Islam diajak boikot produk Perancis karena hina Nabi Muhammad SAW. Waspada/Ist
KETUA PW DMI Sumut H Irhamuddin Siregar MA. Umat Islam diajak boikot produk Perancis karena hina Nabi Muhammad SAW. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Umat Islam diajak untuk boikot produk Perancis pasca penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan larangan masuk ke dalam masjid yang dilakukan oleh Presiden Emmanuel Macron.

Seruan itu disampaikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut dan Liga Muslim Indonesia (LMI) Sumut. Isinya umat Islam di seluruh Indonesia diajak boikot semua barang-barang produk asal negara Perancis di Indonesia.

Ketua PW DMI Sumut H Irhamuddin Siregar (foto) menyebutkan, tindakan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang telah menghina Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Selain menghina Baginda Rasulullah SAW, Presiden Perancis juga melarang umat Islam di negaranya untuk masuk ke dalam masjid.

“Keluarga besar DMI Sumut mengutuk keras perilaku Presiden Perancis karena telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melarang umat Islam masuk ke dalam masjid ” tegas Irhamuddin Siregar kepada Waspada, Kamis (29/10).

DMI Sumut, tambah Irhamuddin, juga mengecam keras tindakan Presiden Perancis karena telah menghina 2 milyar umat Islam di seluruh dunia, yang sebagian besar umat Islam terbesar bermukim di Indonesia.

“Sudah saatnya seluruh umat Islam tidak membeli barang-barang produk Perancis yang ada di Indonesia sebagai bukti kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. ,” sebut Irhamuddin.

Kecaman yang sama juga dilontarkan oleh Ketua Liga Muslim Indonesia (LMI) Sumut Ustadz Rahmad Gustin SE.
Ustadz Rahmad Gustin menilai sosok Presiden Perancis merupakan haters  Islam yang sejati karena telah menghina Nabi Muhammad SAW.

“Tindakan Presiden Perancis merupakan sebagai bentuk sikap permusuhan terhadap umat Islam di seluruh dunia,” sebut Ustadz Rahmad Gustin yang didampingi Sekretaris Umum LMI Sumut Afrian Efendi Lubis SPd.

Dijelaskan Ustadz Rahmad Gustin, wajar-wajar saja jika seluruh umat Islam dan organisasi Islam di seluruh dunia mengecam sikap Presiden Perancis yang dilakukan lewat aksi protes dan aksi demonstrasi di beberapa belahan dunia. Bahkan, Ustadz Rahmad Gustin mengajak seluruh umat Islam tidak membeli barang-barang asal negeri Menara Eiffel tersebut.

“LMI Sumut memperingatkan Presiden Perancis segera meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia karena gelombang kemarahan ini akan terus diekspresikan dengan berbagai cara yang mungkin untuk dilakukan oleh setiap muslim,” ujarnya lagi.

Dijelaskan Ustadz Rahmad Gustin, aksi demo mengecam Presiden Perancis untuk Kota Medan diawali dengan melakukan gerakan Sumatera Utara #BOIKOTPERANCIS lewat tabligh dan konsolidasi akbar dengan gerakan yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah (AMPERA)  di Masjid Al Jihad, hari Jum’at (30/10).

AMPERA sendiri merupakan gabungan dari beberapa ormas Islam di Sumatera Utara menunjukkan ekspresi kemarahannya dengan cara yang bisa dilakukan saat ini.

“Kami menyeru kepada kaum muslimin untuk menghadirinya, seraya terus berupaya untuk melakukan hal-hal besar dalam rangka menegakkan Izzah (kehormatan) Islam wal muslimin. (m27)

  • Bagikan