Waspada
Waspada » Tuchel Favorit Pengganti Lampard
Headlines Olahraga

Tuchel Favorit Pengganti Lampard

CBS Sports

LONDON (Waspada): Nama Thomas Tuchel mengorbit sebagai favorit pengganti manajer Frank Lampard (foto) yang baru dipecat Chelsea, setelah klub London itu kalah lima kali dalam delapan laga terakhir di Liga Premier.

Lampard yang mengantarkan Chelsea finis empat besar dan masuk final Piala FA dalam debutnya pada musim 2019/2020, gagal mengeluarkan kemampuan terbaik skuadnya musim ini. Padahal Chelsea sudah mengeluarkan lebih dari 220 juta pound untuk membeli beberapa bintang baru.

“Ini keputusan yang sangat sulit bagi klub. Paling tidak karena saya memiliki hubungan pribadi sangat baik dengan Frank,” ucap Roman Abramovich, pemilik Chelsea asal Rusia, Senin (25/1).

“Saya sangat menghormatinya, dia orang yang berintegritas tinggi dan memiliki etos kerja tertinggi. Tetapi dalam situasi saat ini, kami percaya bahwa yang terbaik adalah mengganti manajer,” papar Abramovich.

Gelandang legendaris The Blues dan Inggris itu didepak justru kurang dari 24 jam, setelah pasukannya mengalahkan Luton Town 3-1 lewat hatrik Tammy Abraham untuk mencapai babak kelima Piala FA.

Tuchel mencuat sebagai favorit, karena dianggap bakal mampu mengeluarkan kemampuan parade bintang baru Si Biru, seperti Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chilwell, Hakim Ziyech dan Edouard Mendy.

Pelatih asal Jerman itu akhir musim lalu didepak dari kursi kepelatihan Paris Saint-Germain (PSG), kendati mampu membawa timnya mencapai final Liga Champions 2020/2021. Tuchel tetap bernilai tinggi karena berhasil membawa PSG tetap merajai Liga Prancis dan sebelumnya mampu menempatkan Borussia Dortmund sebagai rival serius Bayern Munich di Jerman.

“Tuchel menerima pekerjaan sebagai pelatih Chelsea dan diharapkan terjadi dalam beberapa jam ke depan,” cuit jurnalis olahraga Fabrizio Romano di akun Twitter pribadinya.

Lampard dipekerjakan pada 2019 setelah bertugas di klub Liga Championship Derby County. Musim lalu dipuji setelah mewarisi skuad yang tidak bisa ditingkatkan karena terkena larangan transfer yang akhirnya dicabut FIFA.

Pria Inggris berusia 42 tahun itu memenangkan tiga gelar Liga Premier dan Liga Champions serta menjadi pencetak gol terbanyak Chelsea. Dia menjadi manajer ke-12 yang dipecat sejak Abramovich membeli Si Biru tahun 2003 silam.

Catatan 17 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi sepertinya bakal memperkuat daya tawar Lampard, saat mereka lolos ke babak gugur Liga Champions sebagai juara grup. London Blues juga menduduki urutan ketiga di klasemen liga musim lalu.

Namun performa Olivier Giroud cs mulai keteteran pertengahan Desember lalu. Chelsea turun peringkat setelah cuma bisa memetik dua kemenangan dari delapan pertandingan liga terakhirnya dan dipuncaki kekalahan 0-2 dari Leicester City, pekan lalu.

Lampard juga kesulitan memicu kinerja terbaik Werner. Sedangkan Havertz, sang gelandang seharga 71 juta pound, kesulitan tampil bagus di Inggris, terutama setelah terpapar Covid-19.

Chelsea yang menempati urutan kesembilan dengan 29 poin dari 19 laga, 11 poin di bawah pemuncak klasemen Manchester United. Biru bakal menjamu Wolverhampton Wanderers pada matchday 20 di Stamford Bridge, Kamis (28/1) dinihari mulai pkl 0100 WIB.

“Beberapa hasil dan performa tim belakangan ini gagal memenuhi ekspektasi klub. Saat ini klub berada di papan tengah tanpa terlihat adanya perkembangan yang nyata,” bunyi pernyataan resmi Chelsea.
Sukses Blues mendepak Luton Town 3-1 di Piala FA ternyata tidak mampu mengamankan kursi Lampard.

“Saya selalu membutuhkan hasil seperti ini, orang-orang mengharapkannya,” jelas Lampard.
“Kami semua yakin hasil ini akan berpengaruh positif untuk semuanya. Pengawasan terhadap klub seperti ini normal,” pungkasnya. (m08/rtr/espn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2