Waspada
Waspada » Total 780 Orang Tewas Di Myanmar, Anggota AU Membelot Bela Demokrasi
Headlines Internasional

Total 780 Orang Tewas Di Myanmar, Anggota AU Membelot Bela Demokrasi

Tiga bulan sejak kudeta militer berlangsung, kekerasan masih kerap terjadi di Myanmar. Korban meninggal dan warga sipil yang ditangkap terus bertambah. New York Times

YANGON, Myanmar (Waspada): Tiga bulan sejak kudeta militer berlangsung, kekerasan masih kerap terjadi di Myanmar. Korban meninggal dan warga sipil yang ditangkap terus bertambah.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) Myanmar, hingga Minggu, sebanyak 780 orang terbunuh sejak kudeta berlangsung. Sedangkan warga yang ditahan lantaran menolak kudeta mencapai 3826.

Sementara itu, tak hanya warga sipil yang menolak kekuasaan junta, para anggota tentara Angkatan Udara (AU) juga dilaporkan membelot. Sebanyak 80 anggota korps Angkatan Udara Myanmar dilaporkan kabur dari kesatuan atau desersi, dan memilih bergabung dengan kelompok anti junta militer.

Melansir Myanmar Now, menurut salah satu anggota AU yang membelot, Aung Zay Ya, bekas kesatuannya menerbitkan nama anggota yang desersi. “Mereka mencetak nama dan foto seluruh anggota yang membelot dan dipajang di markas,” ucap Aung.

Aung yang terakhir menyandang pangkat sersan dan sempat bertugas di Komando Wilayah Yangon saat ini memilih bersembunyi. Dia beralasan membelot karena tidak setuju dengan sikap militer yang terlibat politik.

Pembelotan yang terjadi di jajaran pasukan AU Myanmar dilaporkan sudah sejak Maret lalu. Selain tak sepakat dengan tindakan junta, anggota yang membelot juga tak merasa diberi tugas yang sesuai. Mereka yang berpangkat rendah juga kerap ditindas atasannya.

Krisis politik yang tak kunjung henti membuat pemerintah oposisi, membentuk Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) untuk memulihkan demokrasi dan mengurangi kekerasan yang terjadi di negara itu.

NUG merupakan pemerintah tandingan yang dibentuk oleh para anggota parlemen yang dikudeta militer 1 Februari lalu. Namun, Junta militer Myanmar menyebut NUG sebagai kelompkk teroris menyusul adanya sejumlah ledakan bom yang terjadi pekan lalu.

Dalam pernyataan junta militer, yang disiarkan melalui televisi pemerintah, MRTV, menuduh NUG bertanggung jawab atas ledakan, pembakaran dan pembunuhan yang terjadi di Myanmar sejak kudeta.

“Tindakan mereka (NUG) menyebabkan begitu banyak aksi terorisme di banyak tempat,” katanya dikutip Reuters, Minggu (9/5). NUG kini terancam dijerat dengan undang-undang anti-terorisme.

Aturan itu tak hanya menjerat mereka yang berada dalam kelompok yang dicap teroris, tetapi juga dipakai untuk menjerat orang-orang yang terhubung dengan kelompok itu. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2