Tolak Pengadaan Mobil Tangki Air, JR Saragih Copot Plt.Kepala BPBD Simalungun - Waspada

Tolak Pengadaan Mobil Tangki Air, JR Saragih Copot Plt.Kepala BPBD Simalungun

  • Bagikan
JR Saragih Copot Plt.Kepala BPBD Simalungun
Bupati Simalungun, JR Saragih, didampingi Kadis Kesehatan, dr Lydia Saragih, Kadis Kominfo Wasin Sinaga dan mantan Ka. BPBD Simalungundan Kepala Gugus Tugas Covid-19, Edwin T Simanjuntak saat konferensi pers di media center RSUD Perdagangan beberapa waktu lalu.

SIMALUNGUN (Waspada): Ditengah kesibukan dalam pencegahan serta tingginya rasa khawatir terhadap penyebaran virus corona (covid-19), disaat itu pula Bupati Simalungun, JR Saragih, copot Edwin Toni Simanjuntak, dari jabatan Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Simalungun.

Padahal usia jabatan Edwin Toni menjadi Plt. Kepala BPBD Simalungun baru ‘seumur jagung’ atau belum sampai 3 bulan, namun mantan Plt. Kadis Kominfo dan Plt. Kadis Kesehatan Simalungun itu sudah dicopot tanpa alasan yang jelas. Disebut-sebut, pencopotan jabatan kepala BPBD itu dikarenakan penolakan penggunaan anggaran BTT (Biaya Tak Terduga) untuk pengadaan 2 unit mobil tangki air.

Jr Saragih copot jabatan sebagai Plt. Kepala BPBD Simalungun dari tangan Edwin Toni seiring juga dengan pencopotan dirinya sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Simalungun dan saat ini jabatan Kepala Gugus Tugas Covid-19 diambil alih langsung oleh Bupati JR Saragih.

Selain Edwin Toni Simanjuntak, Bupati JR Saragih juga mencopot jabatan sekretaris BPBD Simalungun, Manaor Silalahi serta 4 pejabat eselon III dan IV dan seorang bendahara di instansi itu.

“Yang dicopot duluan adalah Kepala BPBD, berapa hari kemudian sekretaris beserta 4 pejabat eselon III dan IV juga seorang bendahara,” sebut sumber yang dipercaya, Jumat (3/4).

Belum Pasti

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dicopotnya Plt. Kepala BPBD Simalungun tersebut beserta sekretaris dan 4 pejabat eselon III dan IV di instansi sama. Namun beredar rumor, pencopotan Kepala BPBD sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu erat kaitannya dengan penggunaan anggaran penanggulangan Covid-19.

Disebut-sebut, Edwin beserta stafnya yang dicopot tidak mau mengeluarkan anggaran diluar untuk pengadaan 2 unit mobil tangki air senilai Rp 1,5 miliar. Rencananya, 2 unit mobil tangki itu untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang terdampak virus corona (isolasi) di Desa Bangun Panei.

Bantah Alasan Pencopotan

Saat di konfirmasi kepada Edwin Toni Simanjuntak, justru dia membantah bahwa pencopotannya (mutasi) dari jabatan Plt. Kepala BPBD Simalungun karena menolak membeli mobil tangki air dari anggaran biaya tak terduga (BTT).

” Tidak benar itu, saya dimutasi karena masa tugas sesuai SK sebagai Plt (Pelaksana tugas) hanya 3 bulan dan ini tidak diperpanjang lagi,” ujar Edwin.

Setelah mencopot Edwin, Bupati JR Saragih menghunjuk Rizal EP Saragih (Asisten I) menjadi Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun. Sedangkan Edwin dimutasi menduduki salah satu jabatan kabid (kepala bidang) di Diskominfo Simalungun.

Disisi lain, Bupati Simalungun JR Saragih sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Simalungun telah membentuk tim baru bersama unsur Forkompinda Simalungun.

JR Saragih juga mengganti juru bicara dari Wasin Sinaga yang juga sebagai Kadis Kominfo Simalungun, kepada dr. Reyka Purba. Sedangkan Wasin Sinaga dalan struktur Gugus Tugas menjadi Humas bersama tiga orang lainnya. Sayangnya, dr. Rayka Purba sebagai juru bicara posko terkait Covid-19 jarang di tempat, sehingga banyak wartawan yang tidak mendapatkan informasi akurat. (a29)

  • Bagikan