Waspada
Waspada » TKI Dari Malaysia, Sudah 3 Hari Meninggal Belum Dijemput Di RSUD Deliserdang
Headlines Sumut

TKI Dari Malaysia, Sudah 3 Hari Meninggal Belum Dijemput Di RSUD Deliserdang

SUASANA RSUD Deliserdang. Waspada/Edward Limbong
SUASANA RSUD Deliserdang. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Seorang perempuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kalimantan Barat yang dipulangkan dari Negara Malaysia melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang, Sabtu (3/10).

Dan hingga Selasa (6/10) belum ada pihak keluarga yang menjemput sehingga terhitung sudah 3 hari jenazah TKI tersebut berada di RSUD Deliserdang.

Informasi yang dihimpun Waspada, indentitas perempuan tersebut bernama Ernawati 43, yang statusnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) warga asal Jalan Kapitan, RT 004 RW 006, Kelurahan Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Dimana pada Sabtu (3/10) tiba di Bandara Internasional Kuala Namu bersama temannya atas nama Jiharti dengan menggunakan Pesawat Air Asia QZ 125 dari Bandara Kuala Lumpur untuk Transit dan akan berangkat kembali ke Batam pada hari Minggu, 4 Oktober 2020 pukul 07:00 WIB menggunakan Pesawat Lion Air JT 970.

Kemudian dari Batam ke Pontianak menggunakan Pesawat Lion Air JT 988.

Setelah turun dari pesawat, kemudian korban yang dalam keadaan sakit menggunakan kursi roda.

Kemudian Ernawati bersama Jiharti dan dibantu oleh petugas Avsec membawa Korban ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Setelah dilakukan upaya medis, pihak dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyarankan untuk dibawa kerumah sakit agar dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Selanjutnya, Ernawati pun dibawah kerumah sakit Patar Asih dengan menggunakan ambulans.

Namun pihak dari rumah sakit Patar Asih menyarankan agar Ernawati dibawa ke RSUD Deliserdang dan meninggal dunia di RSUD Deliserdang.

Diketahui juga bahwasanya, Ernawati bersama Jiharti merupakan TKI asal Pontianak yang satu agen namun tidak saling mengenal.

Korban berangkat menjadi TKI ke Malaysia tanggal 10 Maret 2020 dari Pontianak dengan menggunkan Kapal Feri.

Direktur RSUD Deliserdang dr Hanif Fahri SpKj ketika dikonfirmasi Waspada Selasa (6/10) malam, mengatakan Ernawati tersebut merupakan penumpang transit.

“Kita tidak tau, tapi dia mau transit dari Malaysia mau ke Kalimantan Barat naik pesawat Air Asia. Kemudian dia sakit dibawah temannya ke RSUD Deliserdang,” kata dr Hanif.

Ketika ditanya saat ini temanya tersebut dimana keberadaannya, dr Hanif tidak tau secara pasti. Dan dr Hanif mengakui bahwasanya Ernawati memang belum sempat dilakukan swab.

“Meninggalnya di RSUD Deliserdang di UGD, dari diagnosis tidak Covid-19, dia ada leper memang membesar dan pembengkakan jantung, ungkapnya.

Sementara Kasi Perlindungan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Medan, Mohd Fu’ad Wahyudi, mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah jenazah itu sebelumnya adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia atau tidak, karena didata kepulangannya tidak masuk ke BP2MI.

Iapun mengakui, BP2MI Medan sudah menghubungi pihak keluarga almarhumah dari Kalimantan Barat, untuk proses pemulangan jenazah.

“Tadi sore waktu ke Rumah Sakit belum bisa jumpa dokter yang menangani jenazah tetsebut, kemungkinan kami akan berkoordinasi kembali (besok) dengan rumah sakit,” kata Fu’ad.

Ketika ditanya apa kendala pemulangan, Fu’ad menduga persoalan biaya.

“Pastinya juga tidak lepas dari biaya,”tandasnya.

Sementara itu Koordinator KKP Kualanamu dr Nyoman Rina Ayu Puji Astuti membenarkan Ernawati itu adalah TKI.

Dimana pada Sabtu (3/10) ketika sudah selesai pemeriksaan di Bandara KNIA, tiba-tiba sakit dan pingsan.

Selanjutnya, dilarikan ke RSUD Deliserdang, tapi dia bukan sakit Covid-19 karena surat PCR-nya ada. (a16/a13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2