Waspada
Waspada » Tim Saksi Pasangan Akhyar-Salman Tidak Akan Tandatangani Berita Acara Rekapitulasi KPU
Headlines

Tim Saksi Pasangan Akhyar-Salman Tidak Akan Tandatangani Berita Acara Rekapitulasi KPU

SAKSI paslon 01 Gelmok Samosir saat diwawancarai usai rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Medan di Santika Dyandra Hotel, Medan, Selasa (15/12). Waspada/Yuni Naibaho
SAKSI paslon 01 Gelmok Samosir saat diwawancarai usai rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Medan di Santika Dyandra Hotel, Medan, Selasa (15/12). Waspada/Yuni Naibaho

MEDAN (Waspada): Dinilai banyak kejanggalan dimulai proses pra Pilkada hingga perhitungan suara, saksi Pasangan Calon (Paslon) 01 Akhyar-Salman tidak akan menandatangani Berita Acara pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan dan penetapan hasil pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan tahun 2020, Selasa (15/12) di Hotel Santika.

“Kami mengambil sikap tidak akan menandatangani berita acara sebagai bentuk penghargaan kami terhadap pemilih kami. Hal ini juga pertanggungjawaban moral kepada rakyat khususnya pemilih 01,” ujar Saksi Paslon 01, Gelmok Samosir kepada wartawan.

Terkait hasil, ia mengatakan, pihaknya sampai saat ini merasa ada berbagai kejanggal yang terjadi, maka pihaknya berkesimpulan dan mengambil sikap tidak akan menandatangani berita acara. Hal ini sebagai bentuk penghargaan suara pemilih pasangan calon 01.

“Kami punya pertanggungjawaban moral kepada rakyat, khususnya pemilih 01. Sehingga sikap itu kami lakukan,” katanya.

Ia mengatakan, mulai dari awal proses Pilkada Kota Medan banyak ditemukan hal-hal yang dianggap kecurangan.

Dalam artian, menurutnya bukan kecurangan pada hari H saja, tetapi sebelumnya ada dugaan-dugaan yang menurut hematnya tidak sesuai norma-norma pemilu dan pilkada.

“Kami siap menang, siap kalah. Meskipun demikian, tapi kami merasa ada sesuatu yang di luar kendali kami, di luar kepatutan, sehingga kami bersikap seperti itu,” katanya.

Keberatan Saksi

Mengenai keberatan saksi 01 terhadap penghitungan suara di Kecamatan Belawan, Gelmok mengatakan pihaknya menemukan di delapan TPS. Dari TPS-TPS itu, pihaknya menemukan ada beberapa KTP yang bukan penduduk Medan Belawan.

“Artinya itu diambil dari Daftar Pemilih Tambahan (DPTB), DPTB yang ada di Pilkada Medan ini ada 30 ribuan. Kami merasa jangan-jangan di antaranya itu hal yang sama terjadi. Barangkali, kita tadi minta kan supaya dibuka, tapi KPU tidak mau. Penyelenggara tidak bersedia dengan alasan kotak suara tidak di sini. Itulah memperkuat sikap kita karena belum clear semua sehingga kita tidak menandatangani berita acara,” ujarnya.

Disinggung mengenai dugaan surat C-Pemberitahuan yang tidak dibagian, Gelmok mengatakan hal tersebut terjadi di Medan Timur. Di mana terjadi penumpukan C-Pemberitahuan di satu tempat, bahkan sampai 400 lembar.

“Walaupun sudah diserahkan ke Bawaslu. Ada banyaklah sesuatu yang menurut kita sistematis ya. Di mana seolah tahu di mana pendukung 01 sehingga seolah-olah masyarakat tidak hadir karena tidak sampainya C pemberitahuan itu,” katanya.

Ditanya mengenai apakah tim pemenangan paslon 01 akan melapor ke MK, Gelmok menyebut hal tersebut merupakan urusan tim hukum. Untuk melapor ke MK ada syarat jika selisihnya tipis. Namun jika selisihnya besar, mungkin pihaknya hanya akan membawanya ke Bawaslu.

Untuk hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Medan, pasangan calon nomor urut satu Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi menang di enam kecamatan. Yaitu di Medan Area, Medan Johor, Medan Marelan, Medan Tembung dan Medan Maimun.

Selebihnya pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman memenangkan 15 kecamatan lainnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2