Tikam Istri, Suami Diringkus
banner 325x300

Tikam Istri, Suami Diringkus

  • Bagikan
TERSANGKA berhasil diamankan polisi dari tempat persembunyiannya di Jl Amal Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (13/3) sekira pukul 24:00. TIkam istri, tersangka Su alias Ami alias Andi Pincang, yang tak lain suami korban berhasil diringkus polisi. Waspada/Ist
TERSANGKA berhasil diamankan polisi dari tempat persembunyiannya di Jl Amal Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (13/3) sekira pukul 24:00. TIkam istri, tersangka Su alias Ami alias Andi Pincang, yang tak lain suami korban berhasil diringkus polisi. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Seorang suami yang menikam istrinya hingga kritis akhirnya diringkus oleh persinil Reskrim Polsek Medan Labuhan, Sabtu (13/3) sekira pukul 24:00 di tempat persembunyiannya di Jl Amal Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan.

Pelaku berinisial Su alias Ami alias Andi Pincang ,40,  warga Jl. Marelan I, Pasar 4 Barat, Lingkungan 10, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan selanjutnya dijebloskan ke dalam sel Polsek Medan Labuhan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari menyebutkan, tersangka Su ditangkap setelah menikam istrinya bernama Sri Wanti ,38, pada Senin (8/3) dengan menggunakan pisau yang mengakibatkan korban harus dilarikan ke RS Wulan Windi karena menderita sejumlah luka tikam di bagian kepala.

“Kejadian berawal saat kedua pasangan suami-istri tersebut cekcok mulut di rumahnya, saat itu terdengar jeritan dari korban meminta tolong, selanjutnya Wagiran ,65, yang merupakan orang tua korban yang tinggal bersebelahan rumah dengan putrinya itu berlari keluar rumah karena mendengar jeritan anaknya. Ayah korban melihat pelaku keluar rumah dan disusul korban yang bersimbah darah,” ujar Kapolsek.

Sejumlah warga yang melihat pelaku melarikan diri berusaha mengejar dan menangkapnya namun pelaku keburu kabur.

“Kami mendapatkan informasi adanya kasus penganiyaan berat langsung menuju ke lokasi langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi.

Selanjutnya pada hari Minggu (14/3)  pukul 24.00 WIB, tersangka berhasil diringkus saat berada di Jl. Amal, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, “jelas Kapolsek seraya menambahkan pihaknya sudah menyita barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk menikam istri pelaku.

Melarikan Diri

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  seorang suami tega menikam istrinya hingga kritis di rumahnya Jl. Pasar IV Barat Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Selasa (9/3) hanya karena tak diberi uang oleh istrinya.

Akibatnya, Sriwanti, 38, menderita luka tikaman di bagian wajah, kepala dan telinga.

Usai menikam istrinya, sang suami berinisial Sw ,40, melarikan diri.

Informasi yang diperoleh di Kepolisian, pagi itu, korban didatangi suaminya untuk meminta uang namun korban tak memberinya.

Bahkan, korban malah menyuruh suaminya agar bekerja untuk mencari nafkah buat keluarga dan tiga anaknya.

Karena tersinggung mendengar ucapan dari istrinya itu, sang suami emosi dan menikam istrinya sebanyak lima kali lalu kabur meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah hingga nyaris tewas.

Warga yang mendengar jeritan korban meminta tolong lalu membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Wulan Windi Medan Marelan.

Sejumlah personil Polsek Medan Labuhan yang mengetahui peristiwa itu segera datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban Sriwanti menderita luka tikaman di bagian wajah, kepala dan telinga. Sementara pelaku penikaman yakni suaminya sendiri berinisial bernama Sw.

Lala ,18, putri korban, menuturkan bahwa ayah tirinya itu selama ini bersikap arogan dan sering mengancam ibunya bila tak diberi uang.

“Dia tidak senang disuruh kerja. Mama capek selama ini kerja jualan sendiri, dia mau enaknya aja. Dia kepala rumah tangga anak tiga, nggak mikirkan masa depan anak-anaknya,” ujar Lala ,18, anak korban sekaligus anak tiri pelaku, Selasa (9/3).

Lala menambahkan, ayah tirinya selalu bersikap arogan dan sering mengancam dia dan ibunya dengan senjata tajam jika tidak diberi uang.

“Saat kejadian saya lagi di luar rumah. Dia (pelaku) selalu bawa sajam,” katanya.

Lala merupakan anak korban hasil pernikahan sebelumnya. Dia tinggal terpisah dengan ibu dan ayah tirinya yang mempunyai tiga anak masing-masing berusia 12 tahun, 9 tahun dan 4 tahun.

Kasus penganiayaan ini masih dalam pengusutan petugas Polsek Medan Labuhan. (m27)

 

  • Bagikan