Tiga Kurir 40 Kg Sabu Dituntut Mati

Tiga Kurir 40 Kg Sabu Dituntut Mati

  • Bagikan
PARA terdakwa saat menjalani sidang pembacaan tuntutan di PN Medan, Selasa (23/3). Tiga terdakwa kurir sabu seberat 40kg itu dituntut mati. Waspada/Rama Andriawan
PARA terdakwa saat menjalani sidang pembacaan tuntutan di PN Medan, Selasa (23/3). Tiga terdakwa kurir sabu seberat 40kg itu dituntut mati. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Tiga terdakwa kurir sabu seberat 40 kg dituntut mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/3).

Ketiga terdakwa yakni Wahyudi,48, Hendra Apriyono ,27, keduanya warga Jl Keputran Kejambon, Kel. Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya dan Riki Syahputra,24, warga Dusun Selanga, Desa Seuneubok Pidie, Kec. Tanah Jambo Aye Kab. Aceh Utara.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa dengan pidana mati,” ucap Jaksa Chandra Naibaho di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir, di Ruang Cakra IV.

Dalam nota tuntutannya, jaksa menyebutkan perbuatan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yakni percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika, yaitu tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I beratnya melebihi 5 gram berupa 40 puluh bungkus berisi narkotika jenis sabu seberat 40 kilogram,” ujar jaksa.

Dikatakan jaksa, hal yang memberatkan ketiga terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” ujar jaksa.

Pledoi

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa. Kasus yang menjerat terdakwa berawal 15 Juli 2020 sekira pukul 21.00, terdakwa Wahyudi diajak terdakwa Hendra Apriyono untuk menjadi kurir sabu.

Terdakwa Wahyudi diberikan semua fasilitas dan upah sebesar Rp2 juta yang akan diterima setelah pekerjaan mengambil narkotika jenis sabu tersebut berhasil dilakukan

Kemudian, sekira pukul 19.00, terdakwa Hendra Apriyono menerima kiriman paket yang berisi 6 buah KTP palsu dengan identitas terdakwa Hendra Apriyono yang berbeda-beda dan satu unit handphone untuk Hendra Apriyono.

Sementara, paket untuk terdakwa Wahyudi berupa 6 buah KTP palsu dengan identitas Wahyudi yang berbeda-beda. Selanjutnya, terdakwa Hendra Apriyono menyuruh terdakwa untuk berkomunikasi dengan Pablo (DPO) yang nomornya sudah ada di kontak handphone tersebut.

Terdakwa menghubungi Pablo dan menyuruh terdakwa Wahyudi untuk pergi ke Medan, setelah tiba di Medan, terdakwa Wahyudi menemui terdakwa Hendra Apriyono yang menginap di Hotel Swiss Bell Medan yang mana Hendra Apriyono telah lebih dahulu pergi ke Medan.

Keesokan harinya, Pablo menghubungi Hendra dan menyuruh keduanya untuk pergi ke Penginapan Citra Atsari Jl KH Wahid Hasyim Kel Sei Sikambing D Kec Medan Petisah mengambil paket sabu yang sudah berada di dalam Mobil Toyota Avanza BK 1106 KU warna hitam.

Setelah tiba di lokasi dan melihat mobil tersebut, namun pada saat membuka mobil warna hitam, tiba-tiba datang petugas kepolisian Polsek Medan Baru langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan Hendra Apriyono.

Petugas terlebih dahulu mengamankan terdakwa Riki Syahputra dan Muhammad Rizal Fauzi alias Fadil (sudah meninggal dunia) yang berperan membawa mobil yang didalamnya terdapat 2 buah tas ransel warna hitam yang didalamnya berisikan 40 bungkus plastik berisikan sabu seberat 40 kg. (m32)

  • Bagikan