Waspada
Waspada » Tiang Pancang Jembatan Ganggu Lalulintas Kapal Nelayan
Headlines Medan

Tiang Pancang Jembatan Ganggu Lalulintas Kapal Nelayan

TIANG Pancang Jembatan Kembar Medan Labuhan yang menganggu arus lalulintas kapal nelayan. Sampah nyangkut di tiang panjang jembatan tersebut. Waspada/Ist
TIANG Pancang Jembatan Kembar Medan Labuhan yang menganggu arus lalulintas kapal nelayan. Sampah nyangkut di tiang panjang jembatan tersebut. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Setelah selesainya pembangunan Jembatan Kembar Labuhan Jalan KL Yos Sudarso, Km 21, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, ternyata tiang pancang ganggu arus lalulintas kapal nelayan berskala kecil dan nelayan tradisional.

Tiang pancang jembatan yang dibangun di Sungai Deli ganggu aktivitas lalulintas kapal nelayan yang hendak pergi melaut.

“Sejak jembatan itu selesai, kapal kami susah melintas. Sebab, tiang pancang fondasi yang dulunya hanya dua, sekarang jadi tiga. Penambahan pancang di tengah membuat kapal susah melintas,” keluh Hamdan, 50, nelayan warga Kecamatan Medan Marelan, kepada Waspada, Senin (27/7).

Menurut Hamdan, proyek yang melaksanakan pembangunan harus membongkar dua tiang pancang fondasi yang lama, sehingga kapal nelayan bisa melintas dari jembatan tersebut.

“Kapal saya pernah tabrakan bagian depannya dengan tiang pancang, jadi kami sudah melaporkan ini ke DPRD Sumut, semoga pancang lama segera dibongkar, agar kami tidak terganggu melintas di jembatan itu,” ujar Hamdan.

Selain itu, kata nelayan tradisional ini, sepanjang alur sungai tempat tambat kapal, banyak ditumpuki sampah yang mengalir dari hulu ke hilir, sehingga sampah itu juga sangkut di pancang jembatan tersebut.

“Bayangkan saja, kalau sudah hujan air naik, sampah mengalir kemarin sangkutnya di pancang itu, jadinya kami tidak bisa lewat sama sekali. Harusnya ini menjadi perhatian dari pemerintah,” pinta Hamdan.

Terpisah, Ketua Aliansi Nelayan Kecil Modern Indonesia (ANKM-I) Sumut Rahman Gafiqi menegaskan, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan kepada kontraktor agar pancang fondasi lama segera dibongkar, apabila masalah ini tidak juga dihiraukan, maka pihaknya akan menyurati Pemprovsu.

“Kita akan ambil sikap atas keluhan nelayan ini, jangan sempat kekecewaan nelayan ini disampaikan dalam bentuk aksi. Yang jelas, kita ingin segera disikapi apa yang menjadi keluhan nelayan,” tegas Rahman.

Selain itu, Rahman berharap pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di pesisir Belawan agar memikirkan dampak yang dialami nelayan, baik itu pembangunan jembatan, jalan dan pembetengan.

“Kita mendukung semua pembangunan yang ada, tapi kita tidak ingin berdampak ke nelayan. Banyak kita lihat pembangunan yang selama ini berjalan merugikan nelayan, seperti penimbunan resapan air yang mengakibatkan banjir rob dan program Kotaku yang terbengkalai,” tegasnya lagi. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2