Waspada
Waspada » Tersangka Kasus Apotek Salah Obat Ditahan
Headlines Medan

Tersangka Kasus Apotek Salah Obat Ditahan

PELAPOR bersama kuasa hukum dan pemuda Maluku di depan Gedung Kejari Medan. Waspada/Ist
PELAPOR bersama kuasa hukum dan pemuda Maluku di depan Gedung Kejari Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Polrestabes Medan akhirnya melimpahkan kasus pemberian salah obat oleh apotek yang mengakibatkan korban mengalami kelumpuhan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Selama proses kasus ini, pihak pelapor, Fitri Octavia Noya yang juga anak korban Hj Yusmaniar, cukup intens menggalang dukungan ke berbagai pihak agar perkara itu segera dilimpahkan dan naik ke meja persidangan.

“Puji syukur, alhamdulillah Kapolrestabes Medan melalui Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing, memberi perhatian serius dalam kasus yang sudah kami perjuangkan selama satu tahun tujuh bulan ini,” ucapnya, Jumat (3/7).

Fitri mengapresiasi kinerja aparat kepolisian khususnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing yang secara terbuka memberi kepastian hukum atas kasus yang mengakibatkan ibu kandungnya Hj Yusmaniar, mengalami kelumpuhan dan tidak sadarkan diri hingga saat ini.

Dalam pelimpahan tahap dua dari Polrestabes Medan ke Kejari Medan, Kamis (2/7) pelapor turur didampingi massa dari Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PMIB) Sumut.

“Karena selama ini saya merasa dizolimi oleh tim penyidik, maka dengan terpaksa pelimpahan ke Kejari saya dan tim pengacara serta kerabat saya dari Pemuda Maluku Indonesia Bersatu ikut mengawal hingga dapat kepastian bahwa mereka ditahan,” ujarnya.

“Namun sebenarnya hati kecil saya bukan mendesak agar pekerja apotek tersebut yang ditahan, tapi pihak penanggung jawab apotek dan apoteker lah yang lebih pantas untuk dijadikan tersangka dan ditahan,” tambahnya.

Ia berharap dengan dibukanya gelar ulang perkara ini di Polda Sumut, tesangka lain dapat tersentuh hukum atas apa yang telah mereka perbuat hingga ibu kandungnya mengalami penderitaan yang sangat memprihatinkan hingga saat ini.

“Saya percaya Allah maha segalanya dan Allah kabulkan doa kami,” sebutnya.

Dia juga berharap agar Kejari Medan segera melimpahkan kasus ini ke pengadilan agar para tersangka segera dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya yang mengancam nyawa orang lain.

“Saya juga sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Dir Reskrimsus Kombes Pol Rony Samtana dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang turut memberi perhatian serius atas musibah yang kami alami,” sambungnya.

“Semoga Kejari Medan di bawah kepemimpinan Bapak Dwi Setyo Budi Utomo, Kasi Pidum Pak Parada Situmorang dan jaksa penuntut umum yang menangani perkara kami, Bapak Vernando, juga tak kalah profesional dengan pihak kepolisian dalam mendampingi kami mencari keadilan,” tambahnya.

Sementara kuasa hukum pelapor, Iqbal Sinaga, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan gelar perkara khusus ke Polda Sumut agar pihak lain yang juga terlibat dalam perkara ini bisa terungkap.

“Kami sampaikan apresiasi atas kinerja Kejari Medan dalam proses penegakan hukum yang profesional, proporsional dan akuntabel bagi para pencari keadilan dengan penahanan para tersangka sehingga dapat segera dilakukan penuntutan untuk dapat dipertanggung jawabkan di muka hukum,” ujar Iqbal.

Ia menyebutkan, penahanan yang saat ini dilakukan di RTP Polrestabes Medan merupakan sebuah langkah yang benar sebagaimana aspek tujuan penghukuman sehingga terciptanya rasa keadilan bagi masyarakat.

“Semoga potensi jatuhnya korban lain akibat perbuatan para tersangka dapat dihindari,” tandasnya. (m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2