Terkait WNI Bermasalah Dideportasi, Disnaker Deliserdang Imbau Hindari Agen Ilegal

  • Bagikan
KABID PTK & PKK, Ali Tambunan bersama BP2MI Bandara Kualanamu, saat memfasilitasi kepulangan 2 WNI bermasalah dari Malaysia. Waspada/Ist
KABID PTK & PKK, Ali Tambunan bersama BP2MI Bandara Kualanamu, saat memfasilitasi kepulangan 2 WNI bermasalah dari Malaysia. Waspada/Ist

DELISERDANG (Waspada): Terkait adanya Warga Negara Indonesia (WNI) bermasalah asal Kabupaten Deliserdang dideportasi dari Malaysia, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Deliserdang meminta warga Deliserdang, yang mencari kerja di luar negeri agar menghindari agen penyalur tenaga kerja ilegal (tidak resmi), karena dapat beresiko dan merugikan pencari kerja serta berpotensi menimbulkan masalah di negeri orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Disnaker Deliserdang melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (PTK & PKK), H Ali Tambunan ST MM, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/11).

Ali Tambunan mengimbau, agar warga Deliserdang yang hendak mencari pekerjaan di luar negeri dapat mengikuti prosedur serta tidak segan berkonsultasi dengan Disnaker Deliserdang. “Apabila dibiarkan, maka para korban khususnya kaum perempuan, rawan mendapatkan eksploitasi,” ujarnya.

Disamping itu, Ali Tambunan mengharapkan, warga Deliserdang yang ingin bekerja ke luar negeri memiliki kemampuan yang dibutuhkan. “Kami terus melakukan sosialisasi terkait upaya pencegahan penempatan ilegal pekerja migran, sebagai bentuk perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia,” ungkapnya.

Ali Tambunan mengakui, bahwa dalam sebulan Disnaker Deliserdang bersama BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Bandara Kualanamu, memfasilitasi kepulangan (dideportasi) 2 WNI Bermasalah dari Malaysia.

Kedua pencari kerja WNI bermasalah itu yakni seorang perempuan berinisial SA yang ditangkap pihak Imigrasi Negara Malaysia saat menyeberang memasuki perbatasan laut menggunakan kapal (tongkang) dan ditahan karena tidak memiliki surat ijin yang sah. SA dipulangkan, Jumat (12/11) setelah menjalani tahanan sekira 4 bulan di rumah Deteni Imigrasi Malaysia.

Selanjutnya, EJ warga Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, dideportasi (dipulangkan) dari Malaysia, karena tidak ada ijin yang sah. EJ sebelumnya bekerja di salah satu apotek milik saudaranya di Malaysia. EJ dipulangkan, Minggu (21/11) setelah sebelumnya ditangkap, dan didiagnosa menderita penyakit paru-paru. (a01/a16)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *