Terkait Ribuan Pohon Sawit PTPN II Mati, KNPI Deliserdang Duga Ada Kerugian Negara

  • Bagikan
SEKRETARIS DPD KNPI Deliserdang, Ronggur Raja Doli Simorangkir. Waspada/Ist
SEKRETARIS DPD KNPI Deliserdang, Ronggur Raja Doli Simorangkir. Waspada/Ist

DELISERDANG (Waspada): Terkait ribuan tanaman sawit milik PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) di Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang mati.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) angkat bicara dengan menegaskan adanya dugaan kerugian negara dibalik praktek oknum yang coba ambil keuntungan dibalik matinya pohon sawit dengan adanya dugaan pembiaran.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD KNPI Deliserdang, Ronggur Raja Doli Simorangkir, kepada wartawan, Rabu (11/11).

Dia menanggapi pemberitaan sebelumnya dimana ada ribuan pohon sawit mati yang diduga disebabkan kurangnya perawatan dan juga hama.

“Begini, matinya tanaman sawit milik PTPN II itu adalah bagian dari pembiaran yang sangat terstruktur, masif dan sistematis. Bayangkan, ada berapa yang dianggarkan PTPN II untuk menanam tanaman itu, namun jelang mau besar, tanaman itu dibiarkan atau malah sengaja dimatikan,” tegas Ronggur.

Menurut Ronggur, akibat matinya ribuan pohon sawit tersebut diduga mengakibatkan kerugian negara, oleh sebab itu dalam hal ini pihak penegak hukum, Polresta Deliserdang ataupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang diminta untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut.

“Ada kerugian negara yang sangat hebat dibalik praktek oknum yang coba ambil keuntungan dibalik pembiaran itu. Replanting (tanam ulang) itu bukan tidak besar biayanya. Harus mengerahkan alat berat untuk merapikan barisan tanah, cetak pola penanaman, menyiapkan bibit untuk ditanam, dan pupuk. Jika lahannya hingga ribuan hektare, tentu besar cost yang dibutuhkan untuk kegiatan itu. Lantas mengapa kini tanaman sawit muda itu terkesan dibiarkan mati, padahal baru saja ditanam. Untuk itu KNPI Deliserdang angkat bicara bahwa ada yang tidak benar ditubuh PTPN II,” sebut Ronggur.

Ini diduga terjadinya pelanggaran yang serius, karena menyangkut aset negara yang nilainya sangat besar.

“Kami tak ingin menduga dan berasumsi seolah pola pembiaran ini adalah bagian dari skenario untuk pengalihan lahan HGU PTPN II ke para Komprador yang mengatasnamakan rakyat kemudian beralih ke kelompok kapital demi kepentingan investasi bisnis,” ungkapnya.

Sementara itu, melihat adanya permasalahan yang terjadi, kata Ronggur KNPI Deliserdang dengan segala hormat meminta pada Menteri BUMN Erick Thohir untuk audit seluruh aset PTPN II dan mengevaluasi jajaran Direksi PTPN2.

“KNPI Deliserdang tegas dan akan melawan siapapun yang ingin melumpuhkan aktifitas produksi PTPN II demi masa depan bangsa,” tandasnya.

Sedangkan ketika di konfirmasi kepada Humas PTPN II Sutan Panjaitan terkait ribuan tanaman sawit milik PTPN II di Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang mati.

Melalui telepon selulernya Sutan mengakui tidak perlu lagi ditanggapi karena Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II sudah memberikan penjelasan.

“Apalagi yang ditanggapi Asistennya kan sudah bicara,” ucapnya singkat.

Sementara sebelumnya Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II, R Silalahi kepada wartawan di lokasi areal tanaman muda, Selasa (10/11) mengakui adanya ribuan pohon sawit mati diantaranya karena kurang perawatan.

“Penyebab matinya, mungkin bisa saja mungkin kurang pas rotasi perawatan atau bagaimana hingga ada yang kerdil dan ada juga yang dimakan tikus,” ujar R Silalahi.

R Silalahi menyebutkan, dirinya baru saja menjabat sebagai Asisten Tanaman Afdeling III Penara pada Januari 2020 ini dan untuk tanaman sawit itu sudah dilakukan sejak tahun 2018.

Dengan luas berjumlah kurang lebih 114,25 hektar lokasi Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau. (a16)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.