Waspada
Waspada » Terkait Penggerebekan Rumah Kanjeng Mami, Ini Pernyataan Kasat Reskrim
Headlines Sumut

Terkait Penggerebekan Rumah Kanjeng Mami, Ini Pernyataan Kasat Reskrim

Penggerebekan Rumah Kanjeng Mami
Penggerebekan Rumah Kanjeng Mami:Kolase Penggerebekan di rumah RS alias Kanjeng Mami diduga bandar narkoba Tobasa, Jumat (21/2). (Waspada/IST)

TOBASA (Waspada) : Penggerebekan rumah kanjeng mami yang dilakukan Kepolisian Sat Reskrim Polres Tobasa, Jumat (21/2) di rumah RS,40, diduga bandar narkoba Tobasa, di desa Lumban Pea, Kec. balige, Kab. Tobasa menyita rasa penasaran masyarakat.

Pasalnya, dalam penggerebekan rumah kanjeng mami tersebut, Polisi terlihat mengamankan karung goni berwarna putih diduga berisi barang bukti terkait narkoba.

Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar ketika dikonfirmasi waspada, Sabtu (22/2) membeberkan kronologi penggerebekan tersebut.

“Sebelumnya, ada kasus pengereyokan yang diduga kibus narkoba terjadi di jalan By Pass pada tanggal 5 Februari lalu dengan korban DFN. Kita telah melakukan penangkapan terhadap enam orang pelaku”, terangnya.

Dari hasil pengembangan ada satu lagi pelaku lainnya.Pihaknya kembali melakukan penangkapan terhadap terhadap satu orang, inisial BT,26, Kamis (20/2) sekira pukul 19.00 WIB di Balige.

Lakukan Perlawanan

Pada proses penangkapan, BT melakukan perlawanan sehingga Polisi terpkasa melakukan penembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Dari keterangan BT didapat informasi bahwa RS,40 dan suaminya TT,46, ternyata pada saat kejadian penganiayaan pada tanggal 5 Februari jam 01.00 WIB.

Ketika para tersangka membawa korban di jalan By Pass, keduanya datang ke lokasi dengan menggunakan mobil setelah ditelefon salah seorang pelaku.

“Korban melihat keduanya dengan jelas dan dalam proses penyelidikan dibenarkan oleh para tersangka”, kata Sipahutar.

Atas keterangan BT, Polisi melakukan penangkapan terhadap RS dan TT. Penangkapan dan penggeledahan dilakukan sekira pukul 05.00 WIB disaksikan oleh Kepala Desa dan tokoh masyarakat.

“Tidak ada kita temukan barang bukti berupa narkoba, namun ada beberapa barang yang kita sita berupa laptop, hand phone dan beberapa barang lainnya yang akan ikut kita periksa”, bebernya.

Terkait apa saja isi karung goni yang diamankan Polisi saat penggerebekan, Sipahutar mengatakan akan dipublikasikan lewat konfrensi pers resmi oleh Kapolres Tobasa.

“Barang apa saja yang kita amankan dari rumah RS, akan disampaikan secara terbuka pada saat konfrensi pers oleh Bapak Kapolres. Tolong sabar dulu, kami masih terus mendalami kasus ini”, imbuhnya.

Kepada para pelaku pengeroyokan, Polisi mengenakan Pasal 328, subsider 333, susider 170, junto 5556 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara. (crg)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2