Waspada
Waspada » Terinspirasi Pembantaian Masjid Christchurch, Remaja Di Singapura Ditangkap
Headlines Internasional

Terinspirasi Pembantaian Masjid Christchurch, Remaja Di Singapura Ditangkap

Rompi taktis dan parang yang hendak digunakan oleh remaja keturunan India untuk menyerang dua masjid di Singapura. India Today

SINGAPURA (Waspada): Seorang remaja keturunan India ditangkap karena hendak menyerang dua masjid di Singapura. Dia ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada Desember 2020.

Dilansir laman The Independent, Kamis (28/1/2021), motivasi remaja 16 tahun itu berhasil dikuak oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura (ISD).

Remaja penganut Kristen Protestan itu ditahan karena membuat rencana rinci dan melakukan persiapan untuk melakukan serangan terorisme dengan parang terhadap Muslim di dua masjid di Singapura.

ISD mengatakan remaja tersebut ingin melakukan serangan teror karena dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan.

Menurut ISD, dia menonton video siaran langsung serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Selain itu, remaja tersebut membaca manifesto Brenton Tarrant, penyerang dua masjid di Christchurch.

Pemuda itu menonton video propaganda dan sampai pada kesimpulan yang salah bahwa Negara Islam Irak dan Syria (ISIS) mewakili Islam.

Menurut ISD, remaja tersebut berencana melakukan serangan pada 15 Maret 2021 untuk memperingati serangan Christchurch.

Dia memilih Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak sebagai sasarannya karena dekat dengan rumahnya. Remaja tersebut telah melakukan pengintaian dan penyelidikan secara online terhadap kedua masjid untuk mempersiapkan serangan.

Dia juga bermaksud untuk mengemudikan mobil di antara dua lokasi penyerangan dan, oleh karena itu, menyusun rencana mendapatkan kendaraan untuk digunakan selama penyerangan.

Pemuda itu juga membeli rompi taktis secara online dan bermaksud untuk menghiasi rompi dengan simbol ekstremis sayap kanan.

Dia juga memodifikasi rompi itu sehingga dapat mengikat gawainya untuk menyiarkan serangan secara langsung, seperti yang dilakukan Tarrant.

Ketika ditangkap ISD, pemuda itu telah menemukan parang pilihannya di situs jual beli online Carousell, tetapi belum membelinya. ISD menambahkan, untuk mempersiapkan diri, pemuda tersebut telah menonton video teknik menyerang dengan parang di YouTube.

Remaja tersebut yakin bahwa dia akan dapat mengenai arteri targetnya dengan menebas secara acak di area leher dan dada korban. Hingga saat ini, hasil investigasi ISD menunjukkan bahwa pemuda tersebut telah bertindak seorang diri.

Tidak ada indikasi juga bahwa dia telah memengaruhi siapa pun dengan pandangan ekstremnya atau melibatkan orang lain dalam rencananya.

Keluarga dan orang lain di lingkaran sosialnya tidak mengetahui dia berencana melakukan serangan bahkan kebenciannya terhadap Islam. (the independent/india news republic/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2