Waspada
Waspada » Tanjungbalai Belum Terima Laporan Warga Terpapar Covid-19
Headlines Sumut

Tanjungbalai Belum Terima Laporan Warga Terpapar Covid-19

PANDEMI Covid-19 masih berlanjut, namun di Kota Tanjungbalai situasi masih seperti biasa dan warga masih banyak di luar rumah tanpa menggunakan masker. Waspada/Rahmad F. Siregar
PANDEMI Covid-19 masih berlanjut, namun di Kota Tanjungbalai situasi masih seperti biasa dan warga masih banyak di luar rumah tanpa menggunakan masker. Waspada/Rahmad F. Siregar

TANJUNGBALAI (Waspada): Pemko Tanjungbalai mengklaim belum menerima pemberitahuan tentang satu warganya yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Sampai saat ini Dinas Kesehatan belum ada menerima pemberitahuan tentang satu orang pasien warga Tanjungbalai yang positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungbalai Walman Riadi Girsang kepada Waspada Minggu (10/5).

Walman menyampaikan hal itu menjawab Waspada terkait pernyataan Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mayor Kes dr Whiko Irwan tentang lonjakan jumlah penderita Covid-19 di Sumatera Utara.

Untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru positif Covid-19 di Sumatera Utara tembus di angka 22 orang dalam kurun 24 jam dan satu di antaranya warga Kota Tanjungbalai.

Kendati menegaskan belum ada laporan warga Tanjungbalai dinyatakan positif Covid -19, namun Walman Riadi Girsang mengungkapkan ada seorang pasien yang dirujuk dari RSUD Tanjungbalai ke RS Bina Husada Medan.

Pasien tersebut, menurut Walman, mengalami penurunan kesadaran, kadar gula tinggi, dan stroke ringan.

“Sesampainya di Medan, pasien itu dirapid test dengan hasil non-reaktif, dan pasien dirawat di Medan hingga akhirnya meninggal,” kata Walman.

Kemudian, dia menambahkan, keluarga dan orang yang berinteraksi dengan pasien itu, juga sudah menjalani pemeriksaan melalui rapid test dan hasilnya non-reaktif.

“Rumah pasien juga sudah disemprotkan desinfektan,” pungkas Walman.

Berdasarkan catatan Waspada, dugaan adanya virus corona dalam tubuh manusia, digunakan alat kesehatan bernama rapid tes.

“Alat ini bekerja untuk memeriksa antibodi, kalau dikatakan reaktif artinya positif, namun bila non-reaktif itu artinya negatif,” jelas Koordinator Tim Medis Penanganan Covid-19 RSUD Kisaran, dr. Nini Deritana Barus Sp. P.

Jika hasilnya reaktif artinya antibodi sudah ada dalam tubuh, sehingga orang tersebut sudah pernah kemasukan Virus Corona.

Namun bila hasilnya non-reaktif, bisa dua kemungkinan, yaitu yang bersangkutan memang belum pernah kemasukan Virus Corona, atau sudah kemasukan namun antibodinya belum terbentuk, karena antibodi terbentuk sekitar delapan hari setelah kemasukan virus. (a22/a21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2