Waspada
Waspada » Tambang Emas Liar Mulai Marak Di Tapsel
Headlines Sumut

Tambang Emas Liar Mulai Marak Di Tapsel

TAMBANG emas liar yang mulai merajalela di jejeran Bukit Barisan wilayah Tapsel terpantau lewat udara. Waspada/Ist
TAMBANG emas liar yang mulai merajalela di jejeran Bukit Barisan wilayah Tapsel terpantau lewat udara. Waspada/Ist

P SIDIMPUAN (Waspada): Tambang emas liar atau Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mulai marak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) khususnya di jejeran Bukit Barisan wilayah Kecamatan Angkola Selatan.

“PETI sudah merajalela, akan jadi ancaman besar bagi lingkungan dan masa depan anak cucu kita. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi semua pihak,” kata Syahrul M Pasaribu kepada wartawan di Sidimpuan, Sabtu (20/2) malam.

Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 mengatakan pada Rabu (17/2) kemarin dia bersama Kadis Perizinan Tapsel Sofyan Adil dan manager lapangan Tambang Emas Martabe mengitari wilayah Kecamatan Angkola Selatan dengan menaiki helikopter.

Banyak sekali tambang emas liar yang terpantau dari udara, jumlahnya mencapai puluhan.

Diperkirakan lokasi tersebut masuk wilayah perbukitan Desa sek Natas dan Batu Godang.

Untuk lebih pastinya harus mendatangi lokasi lewat jalur darat.

Sementara Kadis Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sofyan Adil menceritakan, Rabu (17/2) atau bertepatan akhir masa jabatan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, mereka naik helikopter dengan tujuan mitigasi bencana di sejumlah kecamatan.

Selain mitigasi bencana, tinjauan lewat udara itu juga bertujuan memantau lokasi ekspansi Tambang Emas Martabe di Kecamatan Angkola Selatan.

Namun sebelum sampai di lokasi yang dituju, telah terpantau banyak aktifitas tambang liar di jejeran Bukit Barisan.

“Heli sedikit lebih diturunkan ketinggiannya. Dipastikan aktifitas orang di sekitar lubang dan tenda biru itu adalah PETI. Dari pemukiman penduduk, lokasi ini sedikit jauh dan sulit ditempuh karena berjarak beberapa bukit,” terangnya.

Terkait temuan ini, Pemkab Tapsel segera berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polri dan TNI.

Karena aktifitas di atas jejeran Bukit Barisan itu sangat mengancam kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat banyak.

“Biasanya penambangan seperti ini memakai cairan kimia untuk memisahkan mineral dengan emas. Jika tumpah ke bumi atau cairan bekas pakainya dialirkan ke sumber air seperti sungai, bisa berakibat fatal dan sangat berbahaya,” jelasnya.

Sofyan menambahkan, temuan tambang liar ini akan dimasukkan ke dalam pembasahan utama mitigasi bencana Pemkab Tapsel.

Karena aktifitas tambang emas liar ini akan menimbulkan bencana besar bagi ekosistem lingkungan dan masyarakat. (a05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2