Tahanan Polrestabes Medan Tewas Dianiaya, 6 Tahanan Ditetapkan Tersangka

Tahanan Polrestabes Medan Tewas Dianiaya, 6 Tahanan Ditetapkan Tersangka

  • Bagikan
Tersangka. Ilustrasi
Tersangka. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Enam tahanan Polrestabes Medan yang diduga menganiaya seorang tahanan hingga tewas akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan sesama tahanan. Tahanan berinisial HS ,49, yang dianiaya oleh sesama tahanan tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya, Kamis (25/11) di Medan.

Keenam tahanan yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan oleh Sat Reskrim Polrestabes Medan masing-masing Tolib alias Rendi ,35, warga Jl. STM, Kec. Medan Johor (tahanan kasus pencurian dengan pemberatan), Willy alias Aseng Kecil ,20, warga Jl. Mayor, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat (tahanan kasus penganiayaan).

Kemudian, Juliusman Zebua ,25, warga Perumnas Mandala, Kec. Medan Denai (tahanan Kasus pencabulan). Selanjutnya, Nino Pratama ,21, warga Jl. Aluminium Gg. Jambu, Kec. Medan Timur (tahanan kasus penggelapan), Hendra Siregar ,45, warga Jl. Tiga No. 44 C, Kel. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah) dan Hisarma Manalu ,44, warga Jl. Danau Marsabut Kel. Sei Agul, Kec. Medan Barat (tahanan kasus pertolongan jahat/tadah). Keenam pelaku sama-sama menjadi penghuni sel tahanan yang ditempati korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus ketika dikonfirmasi, Kamis (25/11) mengatakan para pelaku penganiayaan merupakan sesama penghuni sel tahanan dan motifnya pelaku selalu meminta sejumlah uang kepada korban dengan dalih untuk uang kamar. Korban dianiaya hingga lembam-lembam.

“Enam pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Para pelaku meminta uang kepada korban dengan berbagai dalih,” sebut Kasat Reskrim.

Menurut informasi dari keluarga korban, para pelaku kerap meminta sejumlah uang kepada korban secara paksa. Korban sendiri ditahan karena terlibat kasus pencabulan.

Dalam isi chat WhatsApp yang diterima dari keluarga korban, HS selalu meminta uang kepada keluarganya mulai dari pulsa Rp 100 ribu hingga Rp. 5 juta sebagai uang kamar dan biaya lainnya di dalam sel.

Diantara isi percakapan dengan keluarga, korban mengirim pesan “itu uang kebersaman dan kamar. Kalian gak tau kalau abang udah pindah ke sel lain. Abang pulang ‘bungkus’ dek’.

Entah apa yang dimaksud dengan kata ‘bungkus’ itu. Keluarga akhirnya mengetahui bahwa ‘bungkus’ yang dimaksud itu bahwa korban pulang sudah jadi mayat.

Sebagaimana diketahui, seorang tahanan Polrestabes Medan, berinisial HS meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (24/11).

HS merupakan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polrestabes Medan. HS ditahan polisi pada Kamis (11/11) lalu.(m27)

  • Bagikan