Waspada
Waspada » Surat Covid-19 Tak Menjamin Penumpang Berangkat
Headlines Sumut

Surat Covid-19 Tak Menjamin Penumpang Berangkat

PETUGAS KKP Kualanamu dengan teliti memeriksa dokumen penumpang di KNIA. Waspada/Irianto
PETUGAS KKP Kualanamu dengan teliti memeriksa dokumen penumpang di KNIA. Waspada/Irianto

DELISERDANG (Waspada): Surat bebas Covid-19 yang menjadi syarat wajib dipenuhi calon penumpang tidak serta merta bisa berangkat.

Penumpang harus melewati pemeriksaan kesehatan lain seperti suhu tubuh dan detak jantung.

“Jika hasil dalam pemeriksaan nantinya suhu tubuh calon penumpang sampai 38 derajat celcius, harus diperiksa lanjut dan penumpang itu tidak bisa terbang,” kata Airport Duty Manager PT. Angkasa Pura (AP) II Kualanamu Luas Tambunan kepada Waspada, Kamis (21/5).

Disebutkannya, surat bebas Covid-19 itu memang menjadi syarat khusus penumpang yang akan berpergian naik pesawat.

Jadi, harus dilakukan pemeriksaan yang teliti dan akurat.

Pihak PT AP II selaku pengelola, telah menyediakan dua pos pemeriksaan.

Pertama di pos dropzone, dan bagian informasi yang terletak di dalam terminal.

Semua calon penumpang diperiksa kelengkapan dokumen keberangkatanya tanpa terkecuali.

“Petugas memastikan apakah calon penumpang itu benar-benar bebas Covid,-19” katanya.

Selain dari pihak airlines, juga dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kualanamu yang menyeleksi verifikasi dokumen.

Sejauh ini, sebut Luas belum ada ditemukan adanya surat Covid palsu.

Pihak AP II lanjutnya tidak akan mentolelir jika adanya calon penumpang yang mencoba memalsukan surat bebas Covid-19.

Sebab itu, merupakan tindakan pidana dan ada sanksi hukumnya.

Sebelumnya, Koordinator KKP Kualanamu dr. Nyoman Rina Ayu juga memastikan tidak ada menemukan adanya surat bebas Covid-19 palsu.

“Belum ada ditemukan sejauh ini,” ucapnya.

Semua pemeriksaan penumpang kata dr Nyoman berjalan lancar.

Calon penumpang pun lanjut Nyoman saat ramai tetap mengatur jarak (social distancing) sebagaimana protokol kesehatan yang dijalankan.

Nyoman  menambahkan, surat bebas Covid-19 itu hanya berlaku seminggu.

Salah seorang staf maskapai menuturkan, selain bebas Covid-19, ada beberapa syarat khusus lain yang harus dipenuhi calon penumpang.

Di antaranya, bagi penumpang yang domisili di Medan, diharuskan membeli tiket pesawat pulang pergi (PP).

Syarat lainnya, surat dinas dari perusahaan dan penumpang perseorangan.

Jika, penumpang perseorangan yang sakit atau ada kemalangan, wajib menyertakan surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat.

Gito Adi, 34 dan Fendi, 42, kedua calon penumpang tujuan Cengkareng, Jakarta menyebutkan, tujuannya berangkat untuk menjenguk keluarganya yang sakit.

“Jadi, keluarga saya sakit. Makanya saya minta surat keterangan lurah,” sebutnya.

Plt Humas PT AP II Kualanamu Paulina Simbolon juga menyebutkan, sejak diberlakukanya operasi penerbangan domestik 7 Mei lalu hingga saat ini belum ada ditemukan adanya penumpang mudik.

Informasi lain diperoleh, penerbangan komersial yang beroperasi di KNIA, Kamis (21/5) ada empat maskapai.

Keempat maskapai itu, Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air dan Citilink. (a13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2