Supir Angkot Minum Tuak Sebelum Terobos KA

  • Bagikan
HM, supir angkot Mini Wampu BK 1610 UE yang ditahan di Satlantas Polrestabes Medan. Waspada/Ist
HM, supir angkot Mini Wampu BK 1610 UE yang ditahan di Satlantas Polrestabes Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pasca tabrakan bus angkutan kota (angkot) Mini Wampu dengan kereta api yang menewaskan 4 penumpang angkot di Jl. Sekip Kecamatan Medan, penyidik Unit Lakalantas Polrestabes Medan menjebloskan supir angkot Mini Wampu berinisial HM ,43, ke dalam sel usai menjalani pemeriksaan dan tes urine/darah, Minggu (5/12).
Selain itu, 1 orang korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki belum diketahui identitasnya dan masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Royal Prima dan akan segera dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Informasi yang diperoleh di Kepolisian, usai menjalani tes urine dan tes darah, supir angkot berinisial HM langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Unit Kecelakaan Lalulintas.

Saat pemeriksaan, supir angkot tersebut mengaku sempat minum tuak sebelum menjalankan profesinya sebagai supir bus angkutan kota.

Selain itu, belum diketahui hasil pemeriksan tes urine atau tes darah terhadap supir angkot tersebut.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar yang dikonfirmasi via telfon terkait hasil tes urine dan tes darah tersebut Minggu (5/12) tidak mengangkat sambungan teleponnya, begitu juga saat dikonfirmasi via whatsApp hingga pukul 16:00 belum menjawab konfirmasinya.

Terobos Palang Pintu

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 4 dari 10 penumpang bus angkutan kota (angkot) dilaporkan tewas, 6 lainnya kritis setelah angkot yang ditumpangi menerobos palang pintu (pintu neng nong) di Jl. Sekip Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12) sekira pukul 15:00.

Supir angkot bernama HM, 43, warga Jl. Batangkuis Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjungmorawa, yang melompat dari dalam angkot nyaris diamuk massa dan diamankan di Pos Kereta Api Jl. Sekip.

Penjaga Pos Perlintasan kereta api Riza Abdilah ,30, kepada petugas Kepolisian menuturkan, sebelum kejadian, bus angkot Mini Wampu trayek 123 BK 1610 UE yang membawa 8 penumpang datang dari arah Petisah melintas di Jl. Sekip Kecamatan Medan Petisah menuju Jl. Gereja Kecamatan Medan Barat.

Saat melintas di Jl. Sekip, kondisi ruas jalan sudah terpasang palang pintu karena kereta api yang datang dari arah Binjai menuju Stasiun Besar Kereta Api namun supir angkot bernama Harto Manalu tetap menerobos palang pintu dengan cara zig-zag melewati rel kereta api. Naas, mesim angkot tiba-tiba mati, sehingga ditabrak kereta api yang datang secara bersamaan.

“Begitu angkot menyeberangi rel kereta api, tiba-tiba mesin mobil mati mendadak. Secara bersamaan muncul kereta api Srililawangsa menabrak bagian belakang angkot hingga angkot terseret dan tercampak ke pinggir jalan, bahkan 4 penumpangnya tercampak ke luar dan 3 lagi penumpang terhempas di dalam angkot,” tutur Riza.

Dijelaskan Riza, supir angkot yang berada di depan sempat melompat keluar dari dalam angkot namun berhasil diamankan warga dan nyaris jadi amuk massa.
Saksi lainnya bernama Angga Sanjaya menambahkan, di lokasi kejadian terlihat 4 penumpang terkapar dengan kondisi mengenaskan dan diperkirakan meninggal dunia sedangkan 3 penumpang lainnya kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Royal Prima.

Nama-nama Korban

Enam penumpang yang mengalai luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit Royal Prima masing-masing bernama
Lindawaty Josefina Sihotang ,38, warga Jl. Gereja Gang Aman Kematan Medan Barat, Novita Elisabeth Aruan ,22, warga Jl. Kuali No 3 Kecamatan Medan Petisah, Putri Sefyaswan ,19, Jl. Karya Lingk. II Gg. Karang Sari Kecamatan Medan Barat, Bayu Sulaiman ,24, warga Jl. Pasar I Pipa Medan, Eni Sureni Br. Tarigan ,18, rawat jalan serta Farida Ratnawati ,62, warga Jl. Ahmad Yani Medan.

Sedangkan 4 korban meninggal dunia (bukan 5 sebagaimana diberitakan sebelumnya) masing-masing Asma Nur ,42, dan anaknya Farida Naila Harahap ,10, warga Jl. Karya Gang Karang Anyer Medan Barat dan Batara Arengga Nasution ,38, warga Jl. Rusunawa Kayu Putih Medan Deli, jenazahnya sudah diambil oleh pihak keluarga masing-masing.

Seorang lagi korban meninggal dunia yang belum diketahui identitasnya masih berada di Rumah Sakit Royal Prima. Jenazah pria diperkirakan berusia 40 tahun itu akan segera dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. (m27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.