Waspada
Waspada » Stop Dukung Saudi, Biden: Perang Yaman Harus Diakhiri
Headlines Internasional

Stop Dukung Saudi, Biden: Perang Yaman Harus Diakhiri

Perang saudara di Yaman sejak 2014 telah memorak-porandakan negeri itu serta menewaskan ribuan orang dan disebut sebagai sebuah krisis kemanusiaan yang sangat mengkhawatirkan. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Amerika Serikat akan mengakhiri dukungan atas operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, yang telah menyebabkan perang selama enam tahun terakhir dan mengakibatkan lebih dari 110.000 orang meninggal dunia.

“Perang di Yaman harus diakhiri,” kata Presiden AS Joe Biden ketika memberikan pernyataan terkait kebijakan luar negerinya pada Kamis (4/2/2021) waktu setempat.

Dalam kebijakan dua presiden penduhulu Biden, AS mendukung koalisi pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman. Konflik di negara itu telah menyebabkan jutaan warga Yaman di ambang bencana kelaparan.

Pertempuran di negara itu bermula pada 2014 antara militer Yaman yang lemah dan gerakan pemberontak Houthi.

Eskalasi konflik meningkat setahun kemudian, ketika Arab Saudi dan delapan negara Arab lainnya – didukung oleh AS, Inggris dan Prancis – memulai serangan udara terhadap kelompok Houthi.

Biden mengumumkan perubahan lain terkait kebijakan luar negeri AS, seperti peningkatan signifikan jumlah pengungsi yang diterima oleh AS, dan pembatalan keputusan menarik pasukan Amerika dari Jerman, tempat mereka dialokasikan sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Pidatonya menandai perubahan tajam dengan kebijakan luar negeri mantan presiden Donald Trump, yang meninggalkan jabatannya bulan lalu.

Kendati begitu, keputusan ini tidak akan mempengaruhi operasi melawan al-Qaeda di Semenanjung Arab.

Houthi sambut baik

Langkah Biden itu disambut baik oleh kelompok pemberontah Houthi. Mereka menyebut hal itu bisa menjadi langkah untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

“Kami berharap ini akan menjadi awal dari keputusan untuk menghentikan perang di Yaman,” kata pejabat politik senior Houthi, Hamid Assem dilansir AFP, Jumat (5/2/2021). “Kami optimis tentang itu.”

“Pemerintahan Biden melihat bahwa perang di Yaman menghabiskan biaya besar dan reputasi Amerika telah ternoda oleh pembunuhan rakyat Yaman,” imbuh Assem.

Assem mengatakan Biden telah membuat keputusan itu setelah menyadari “tujuan perang tidak tercapai” di negara yang digambarkan PBB mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

“Kami tahu bahwa Amerika adalah yang melawan kami dan senjatanya yang membunuh kami dan menghancurkan segalanya di Yaman,” katanya. Assem menambahkan bahwa koalisi yang dipimpin Saudi, yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional untuk melawan kaum Houthi, diperintahkan oleh Amerika.

Sementara Saudi melalui kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency (SPA), memberikan penegasan bahwa pihaknya mendukung ‘solusi politik komprehensif’ untuk Yaman.

“Kerajaan telah menegaskan posisi teguhnya dalam mendukung solusi politik komprehensif bagi krisis Yaman, dan menyambut baik penekanan AS soal pentingnya mendukung upaya-upaya diplomatik dalam menyelesaikan krisis Yaman,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Saudi menyambut baik ‘komitmen untuk bekerja sama dengan kerajaan dalam mempertahankan kedaulatan dan melawan ancaman terhadapnya’ yang disampaikan Biden dalam pidatonya. (bbc/afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2