Waspada
Waspada » Sopir Mini Bus Antar Provinsi Babak Belur Dihajar Preman
Headlines Sumut

Sopir Mini Bus Antar Provinsi Babak Belur Dihajar Preman

KONDISI wajah Termizi, 28, babak belur dan gigi patah akibat dianiaya preman. Waspada/Ist
KONDISI wajah Termizi, 28, babak belur dan gigi patah akibat dianiaya preman. Waspada/Ist

BESITANG (Waspada): Tarmizi, 28, sopir bus antar provinsi warga Dusun Kutarih, Desa Kutarih, Kec, Babussalam, Kab. Aceh tenggara, Rabu (13/5) malam, babak belur dianiaya oleh dua preman yang mengendarai sepedamotor Yamaha RX King di Jalinsum Besitang.

Salah seorang pelaku adalah narapidana asimilasi yang baru bebas berinisial, RD, 33, warga Jalan Simpang Lima, Lingk IV, Kel. Pekan Besitang, berhasil ditangkap di lokasi kejadian, sedang rekannya Fr, 35, kabur dan kini masih dalam pengejaran pihak polisi.

Menurut keterangan yang diperoleh Waspada, pada malam itu, korban melintas dari Aceh menuju Medan dengan mengendarai mobil mini bus L-300 nomor polisi BL 1625 AN. Saat itu, mobil korban berselisih dengan sepedamotor Yamaha RX King berwarna merah.

Tak diketahui apa penyebabnya, pengendara sepedamotor yang diduga meresa tak senang, memutar arah menuju Medan dan mengejar mobil angkutan penumpang tersebut. Setiba Jalinsum Simpang Lima, pelaku menyalip mobil yang dikendarai korban.

Setelah mobil dapat dihentikan, RD dengan membawa sangkur menghampiri sopir dan tanpa ada basa basi, langsung menganiaya korban. RD dan Fr, memukul wajah korban hingga berlumuran, bahkan gigi korban patah.

Tidak berhenti hanya sampai di situ, pelaku menendang tubuh korban dengan sepatu PDL yang biasa dipakai TNI/Polri dan kemudian memukul kaca depan mobil dengan pisau sangkur dan menunjangnya dengan sepatu PDL sehingga membuat kaca depan mobil retak.

Kapolsek Besitang begitu menerima laporan warga adanya tindakan penganiayaan terhadap sopir langsung memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggota Opsnal untuk segera turun ke lokasi kejadian guna melakukan lidik.

Setiba di TKP, Kanit Reskrim Ipda Ferry Sirait melihat masyarakat telah ramai berkerumun dan saat itu, petugas dengan gerak cepat berhasil menangkap seorang pelaku, RD. Dari mantan napi asimilasi yang baru bebas itu polisi menyita barang bukti sebilah sangkur.

Kapolsek Besitang AKP Adi Alfian, SH melalui Kanit Reskrim Ipda Ferry Sirait membenarkan pristiwa penganiayaan ini. Dia mengatakan, seorang pelaku yang diamankan adalah napi asimilasi yang baru bebas. Menurutnya, saat melakukan aksi, pelaku baru saja minum tuak. (a10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2