Siswa Kelas III SD Di Deliserdang Meninggal Dunia Usai Vaksin

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Seorang siswa kelas III Sekolah Dasar (SD) berinisial RRP 10, di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang diketahui meninggal dunia usai menerima vaksin, Rabu (26/1).

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun sebelumnya, siswa tersebut mengikuti vaksinasi anak umur 6-11 tahun untuk dosis pertama pada Rabu (19/2).

RRP yang diketahui tinggal bersama abangnya dan neneknya (opung) tersebut usai divaksin di sekolahnya dia mengalami demam, kejang-kejang dan tidak selera makan sampai dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs H. Amri Tambunan.

Sampai akhirnya, siswa tersebut meninggal dunia di rumah sakit saat menjalani perawatan pada Rabu (26/1) dini hari dan kini telah dikebumikan di salah satu pemakaman Kristen di Tanjungmorawa, Rabu (26/1).

Nenek korban, Sorta Pandiangan 80, menjelaskan bahwa cucunya tersebut usai pulang vaksin pada tanggal 19 Januari 2022 mengalami tidak enak badan. “Tanggal 19 (Januari 2022) pulang lah dia ke rumah, golek lah dia. Makanlah dulu, makanlah dulu. Malas, lalu tidur dia,” kata Sorta menirukan percakapan mereka.

Selanjutnya, Sorta mempertanyakan kepada cucunya tersebut apa yang dialami cucunya itu. “Apa yang sakit kau diam saja. Sakit kau ?, minum minum. Kalu tidak kubikin teh manis,” tambahnya.

Sementara itu ibu kandung korban, Sarma Sartika Simbolon 44, bersama abang kandung korban berinsial APP 16, menuturkan sebelumnya RRP tidak pernah menderita sesuatu penyakit.

Disebutkan, sebelumnya RRP tinggal bersama abang kandungnya dan neneknya di rumah kontrakan mereka yang berada di lahan garapan, sedang ibunya pulang sekali seminggu, dari tempatnya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Medan.

“Saya tahu informasi anakku, sakit dari anak saya (abang RRP). Jadi setelah di informasikan saya usulkan dibawa ke Rumah Sakit. Jadi sesudah itu, (musyawarah) keluarga dan tetangga, pertama dibawa ke klinik,” ujarnya.

RRP menerima suntik vaksinasi Covid-19 di sekolahnya di salah satu SD Negeri di Tanjungmorawa, Rabu (19/1). Keesokan harinya, dia mengalami demam sehingga tidak masuk sekolah dan dirawat di rumah.
Melihat demamnya belum turun, ditambah perut seperti gembung namun mengeras hingga berjalan jadi mengangkang, keesokan harinya oleh abangnya, RRP dibawa ke klinik terdekat.

“Sakitnya kejang kejang perutnya keras, terus kakinya jalan kek (seperti) kangkang gitu,” kata Sarma.

Oleh medis klinik, RRP dianjurkan untuk segera dibawa berobat ke rumah sakit.
RRP selanjutnya dibawa berobat ke RSU Mitra Medika, namun karena saat itu dokter anak dan alatnya tidak memadai, tim medis RSU Mitra Medika menganjurkan untuk dibawa segera ke RSU Mitra Sejati Medan.

Selama 3 hari menjalani perawatan intensif di RSU Mitra Sejati, pihak keluarga meminta pulang, selanjutnya menjalani perawatan di rumah. Melihat kondisi kesehatan RRP semakin menurun, abang kandung korban selanjutnya melaporkan kondisi RRP ke sekolahnya.

Mendapat laporan itu, tim medis dari Puskesmas Dalu Sepuluh Tanjungmorawa dengan mobil ambulans selanjutnya membawa RRP ke RSUD Drs H Amri Tambunan di Lubukpakam, Selasa (25/1) siang. Naas baginya, beberapa saat mendapatkan perawatan intensif, RRG menghembuskan nafasnya yang terakhir, Rabu (26/1) pukul 01.00 WIB.

Sarma menyebutkan, bahwa RRP sebelumnya juga tidak ada penyakit bawaan, dia nyakin selama ini anaknya dalam keadaan sehat. “Tidak ada sama sekali (penyakit bawaan). Selama ini anak saya sehat. Dia aktif, pagi pagi sudah di suruh neneknya belanja jadi dia tidak sama sekali punya penyakit,” aku Sarwa.

Setelah RRP meninggal, tim dari Dinas Kesehatan Deliserdang bersama Puskesmas Dalu Sepuluh, pihak sekolah, pihak Kepolisian mendatangi rumah duka dan menyampaikan ungkapan turut berduka cita.

Saat tim tersebut datang dan menyampaikan ungkapan duka cita, Sarma mengaku menerima uang duka dan uang santunan dari beberapa tim tersebut, serta menerima tali asih yang disebutnya sebagai uang santunan Rp 10 Juta. Dengan itu, Sarma menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap kepedulian semua pihak yang mendatangi rumah duka. “Saya pun mengucapkan terima kasih mereka peduli kepada saya,” ungkapnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Pemkab Deliserdang dr Ade Budi Krista ketika dikonfirmasi, Rabu (26/1) malam, melalui WhatsAppnya menjawab bahwa RRP disuntik vaksinasi Sinovac di sekolahnya setelah menjalani verifikasi data, skrining dan dinyatakan bisa divaksin, Rabu (19/1).

Ade pun menyampaikan, berdasarkan keterangsan pihak RSU Mitra Sejati, awalnya diagnosa dengan ileus, lalu difoto abdomen BNO, hasil foto tidak ada indikasi ileus selanjutnya dirawat inap. Hari berikutnya kejang-kejang dan pemeriksaan dokter spesialis anak dinyatakan sebagai tetanus.

“Hari berikutnya ada keluhan di daerah mulut (sakit gigi) dan oleh dokter dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Adam Malik, namun orangtua meminta paps dan pulang ke rumahnya,” katanya.

Kemudian, tanggal 25 Januari, sebut Ade, keluarga melapor ke sekolah dan sekolah melapor ke Puskesmas Dalu 10. Oleh Puskesmas dikunjungi dan oleh tim Puskesmas dibujuk untuk dirujuk ke RSUD Amri Tambunan. “Tanggal 26 Januari pukul 00.30 WIB, meninggal dunia,” ujarnya. (a16/a01).

Teks foto: Ibu kandung korban, Sarma Sartika Simbolon bersama abang kandung korban berinsial APP saat memperlihatkan foto RRP semasa hidup. Waspada/Edward Limbong).

Siswa Kelas III SD Di Deliserdang Meninggal Dunia Usai Vaksin



Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Siswa Kelas III SD Di Deliserdang Meninggal Dunia Usai Vaksin

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *