Sidang Pemakzulan Trump Mulai Digelar, Hasil Diputuskan Dalam Sepekan - Waspada

Sidang Pemakzulan Trump Mulai Digelar, Hasil Diputuskan Dalam Sepekan

  • Bagikan
Sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump di Senat digelar perdana pada Selasa (9/2/2021). Senat dalam waktu sepekan akan memutuskan apakah akan menerima pemakzulan yang diusulkan Partai Demokrat atau tidak. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump di Senat digelar perdana pada Selasa (9/2/2021).

Senat dalam waktu sepekan akan memutuskan apakah akan menerima pemakzulan sebagaimana diusulkan politisi Partai Demokrat atau tidak.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pemakzulan kedua Trump pada 13 Januari lalu atas tuduhan menghasut pemberontakan terkait penyerbuan yang dilakukan para pendukungnya ke Gedung Capitol pada 6 Januari untuk menghentikan sidang pengesahan kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS.

Upaya Demokrat untuk memakzulkan Trump akan sulit terwujud karena dengan komposisi pembagian kursi di Senat saat ini, mereka harus mendapat 17 suara tambahan dari politisi Republik. Sementara para senator Republik cenderung kompak menolak pemakzulan.

Pemakzulan seorang presiden AS akan diterima jika mendapat persetujuan dari dua per tiga anggota Senat, sementara komposisi kursi antara Demokrat dan Republik 50-50.

Tim pengacara menegaskan, sidang pemakzulan tidak boleh digelar karena Trump sudah tidak menjadi presiden.

Selain itu mereka berpendapat Trump tidak menghasut pemberontakan karena hanya mengatakan kepada para pendukungnya agar berjuang mati-matian untuk membatalkan kekalahan.

Namun para pengamat hukum menilai, sidang pemakzukan masih bisa dilakukan. Salah satunya ada konsekuensi hukum yang mengikutinya, yakni larangan bagi yang bersangkutan untuk menduduki jabatan pemerintahan berikutnya.

Ini berarti jika pemakzulan diterima Trump tak bisa mengikuti Pilpres AS 2024. Sebagaimana diatur oleh UU, DPR menyetujui pemakzulan seorang presiden yang disertai dengan mengirim dokumen tuduhan ke Senat.

Setelah itu Senat menggelar sidang untuk menerima atau menolak. Dalam sidang di Senat, DPR menunjuk sembilan manajer yang akan mempresentasikan pelanggaran Trump sesuai tuduhan.

Di lain pihak, Trump didampingi tim pembela untuk membantah tuduhan tersebut. Jaksa Agung AS biasanya memimpin persidangan presiden, namun karena Trump telah lengser, sidang dipimpin Senator Patrick Leahy.

Setelah proses persidangan, para senator akan memberikan suara, apakan Trump bersalah atau tidak. Sidang kemungkinan akan berlangsung lebih dari sepekan.

Kesepakatan di kalangan pemimpin Senat, mereka memberi waktu hingga 16 jam kepada masing-masing tim penuntut dan pembela untuk menyampaikan argumen mulai sidang pada Rabu.

Penyampaian argumen tak boleh lebih dari 8 jam setiap hari. Selain itu waktu akan diberikan kepada para senator untuk bertanya.

Berdasarkan kesepakatan, sidang pada Selasa akan dibuka dengan sesi debat selama 4 jam, yakni apakah persidangan tersebut konstitusional atau tidak.

Para senator kemudian akan memilih apakah akan membatalkan dakwaan terhadap Trump atau melanjutkan. Jika mayoritas menolak, tim manajer yang dikirim DPR akan mulai menyampaikan argumen mereka pada Rabu.

Sidang akan dijeda pada Jumat malam untuk peringatan Sabat Yahudi atas permintaan tim pembela Trump dan dilanjutkan pada Minggu petang. Dengan demikian, hampir pasti voting akhir akan berlangsung pekan depan.

Ini merupakan sidang pemakzulan kedua bagi Trump setelah pada 2019-2020. Sebelumnya dia dituduh menyalahgunakan kekuasaan dengan menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden terkait bisnis putranya di negara itu. Sidang pemakzulan berlangsung hampir 3 pekan. (afp/m11)

  • Bagikan