‘Si Gumarapus’ Itu Sudah Pergi - Waspada

‘Si Gumarapus’ Itu Sudah Pergi

  • Bagikan
Sampul kaset grup Great Session merupakan salah satu karya Agam Zapina selain Si Gumarapus. Waspada/Ist

Pagi itu Sabtu (24/7) pk.06.19 masuk sebuah pesan WhatsApp dari seorang teman di Meulaboh, Aceh Barat. Pesannya sebuah kabar dukacita. “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, telah meninggal dunia tadi malam pk22.00 Agam Zapina Tambunan (Gumarapus Waspada)”. Pesan Awang agar diinfokan ke teman-teman bang Agam.

Ya, Awang yang dimaksud adalah ipar dari Agam Zapina sang karikaturis Harian Waspada yang terkenal di era tahun 1980 an itu. Agam Zapina meninggal Jumat (23/7) malam pk.22.00 dalam usia 71 tahun setelah menderita sakit beberapa tahun belakangan.

Bagi pembaca setia Waspada di era itu nama Agam Zapina memang sangat familiar. Bagaimana tidak, setiap harinya Harian Waspada menampilkan karikatur ‘Si Gumarapus’ karya Agam Zapina yang mengangkat tema-tema sosial yang kadang lucu, mengeritik, menyentil hingga menyindir.

Karikatur karya Agam Zapina memang selalu dinanti bahkan banyak pembaca Waspada mengaku bahwa yang pertama kali mereka lihat di setiap edisi Waspada adalah ‘Si Gumarapus’. Namun ‘Si Gumarapus’ tak kelihatan lagi seiring dengan keluarnya Agam Zapina dari Harian Waspada pada era tahun 1990 an.

Selain sebagai karikaturis Agam Zapina juga dikenal sebagai pelukis yang telah mengeluarkan banyak lukisan, juga mahir dalam membuat disain sampul buku, sampul kaset.

Kabar meninggalnya Agam Zapina kemudian beredar di medsos. Salah satunya di akun facebook Sugeng Satya Dharma, salah seorang kerabat almarhum sewaktu di Medan.

Banyak ucapan duka disampaikan kepada Agam Zapina. Satunya dari Idris Pasaribu. Idris menyebutkan selama ini almarhum tidak pernah memakai marganya. “Baru harini tau kalau Agam Zapina itu bermarga Tambunan,” tulis Idris.

Teman se angkatan Agam Zapina di Harian Waspada juga menyampaikan rasa dukanya yang mendalam.

Menurut As Atmadi seperti ditulisnya di intipnews.com, pada zamannya hampir setiap pencinta Harian Waspada cukup mengenal kartun Si Gumarapus yang tampil di halaman 1 Waspada. Terdiri dari 3 kotak menampilkan tokoh Gumarapus bersama temannya Si Bewok.

Ada saja kisah lucu yang satire, mengeritik berbagai kebijakan pemerintah. Si Gumarapus yang menurut Pendiri Harian Waspada H Mohamad Said, di balik tingkahnya yang lucu Si Gumarapus, selalu menang dalam membela hak-hak rakyat. Diakui Bewok, walaupun awalnya bertentangan tetapi akhirnya Si Gumarapus menang.

Mendongkrak oplah

Ada sebuah pesan pendiri Harian Waspada H Mohammad Said yang masih diingat As Atmadi terkait almarhum Agam Zapina. Pesan itu adalah “Dalam memenej media massa harus kreatif, tidak cukup hanya menyajikan berita saja, jadi perlu variasi peluang-peluang baru untuk mendongkrak oplah,” ungkap H Mohammad Said, saat meminta Agam melukis kartun Si Gumarapus.

Sebelumnya cerita As Atmadi mengenang, ketika Haji Mohammad Said memanggil Agam Zapina, diminta untuk meneruskan melukis Si Gumarapus yang sebelumnya dilakukan oleh Ali Sariani, pegawai Departemen Penerangan. Sebelumnya As Atmadi diminta menulis novel bersambung di Waspada, yang diberi nama cerita bersambung [Cerbung] oleh Haji Mohamad Said.

Tak lama cerbung As Atmadi mampu mendongkrak oplah Waspada. Begitu juga Si Gumarapus yang dibuat Agam Zavina mendatangkan oplah yang besar. Apalagi setelah pemasang Hwa-hwe meneken lima angka dari nomor tercantum di kartun Si Gumarapus. Tak sangka nomor itu sebenarnya bukan kode, tetapi tanda nomor tanggal pemuatan Si Gumarapus, yang kebetulan ikut tercetak di Waspada.

Menurut pelukis kartun dan karikaturis di Waspada saat ini, Deny Adil, setelah pensiun dari Waspada Agam Zapina dikenal juga sebagai karunia karikaturis, juga perupa indonesia dan terakhir jadi pelukis kaligrafi. Tak lama dia diserang stroke. Dari Medan kembali ke kampung halamannya di Meulaboh, Aceh Barat. (m06)

 

 

  • Bagikan