Waspada
Waspada » Setahun Diburon, Pembunuh Bayaran Diciduk
Headlines

Setahun Diburon, Pembunuh Bayaran Diciduk

Tersangka AS alias A Seng (duduk di kursi roda) pelaku pembunuhan saat akan digiring ke dalam sel Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (17/2). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
Tersangka AS alias A Seng (duduk di kursi roda) pelaku pembunuhan saat akan digiring ke dalam sel Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (17/2). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

BELAWAN (Waspada): Meski telah bersembunyi di Kabupaten Batubara selama 1 tahun, seorang pembunuh bayaran akhirnya diringkus oleh personil Reskrim Polres Pelabuhan Belawan.

Pelaku berinisial AS alias A Seng ,33, warga Kecamatan Medan Belawan, terpaksa ditembak petuga karena berusaha menyerang dan hendak melarikan diri saat akan ditangkap, Selasa (16/2).
Polisi menyita sebilah pisau stainless yang digunakan oleh pelaku untuk menikam korbannya.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan menyebutkan, tersangka AS alias A Seng usai melakukan aksi pembunuhan langsung melarikan diri ke Kabupaten Batubara sedangkan tiga pelaku lainnya sudah tertangkap terlebih dahulu.
“Tersangka AS alias A Seng merupakan pembunuh bayaran. Tersangka mendapat upah Rp 1.500.000 untuk menghabisi korbannya,” ujar AKBP MR Dayan didampingi Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek Haryadi saat memaparkan hasil tangkapan tersebut, Rabu (17/2) di aula Polres Pelabuhan Belawan.
Dijelaskan Kapolres, pada Desember 2019 lalu tersangka AS alias A Seng bersama tersangka Ar , warga Bagandeli Kecamatan Medan Belawan (sudah tertangkap terlebih dahulu) melakukan pembunuhan terhadap korbannya seorang pemuda bernama Muhammad Ikhsan Ilahi ,20, warga Gang Jeruk Kecamatan Medan Marelan. Setelah 1 tahun dua bulan diburon, tersangka AS alias A Seng diciduk.
“Setelah menusuk korban dengan 34 luka tusukan, jasad korban dibuang di areal kebun tebu PTN 2 Desa Klumpang Kecamatan Hamparanperak,” jelas AKBP Dayan.
Dijelaskan Dayan, pelaku nekad membunuh korbannya karena diberi uang Rp1.500.000.
“Tiga pelaku lainnya yakni Ar, RI dan RIP sudah ditangkap dan sedang menjalani masa hukumannya,” jelas Dayan.
Dijelaskan Kapolres, korban Muhammad Ikhsan tewas dibunuh karena korban dituduh berselingkuh dengan istri pamannya berinisial RI.
Selanjutnya, tambah Kapolres, sang paman RI bersama mertuanya RIP menyuruh dua pelaku untuk menghabisi korban yang juga merupakan keponakan pelaku.
“Tersangka RI sakit hati karena korban yang juga keponakannya itu berselingkuh dengan istrinya sehingga nekad mencari orang untuk membunuh keponakannya,” ujar Kapolres.(m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2