Waspada
Waspada » Seruan “Ganyang Israel” Berkumandang Di Turki, Syria, Dan Palestina
Headlines Internasional

Seruan “Ganyang Israel” Berkumandang Di Turki, Syria, Dan Palestina

Tentara Israel melepas tembakan artileri ke Jalur Gaza, Rabu. AP

ANKARA, Turki (Waspada): Ribuan demonstran di Ankara dan Istanbul, Turki, meneriakkan seruan protes di kedutaan besar dan konsulat jenderal Israel atas tindakan Negeri Zionis itu terhadap Palestina.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak para pemimpin Timur Tengah dan Rusia tentang meningkatnya kekerasan dan mengumpulkan dukungan untuk membalas Israel.

Meskipun ada penguncian penuh yang bertujuan untuk mengekang kasus virus corona, para pengunjuk rasa di Istanbul, termasuk Syria dan Palestina, membawa bendera Palestina sambil meneriakkan, “(Tentara Turki) berangkatlah ke Gaza” dan “ganyang Israel, ganyang Amerika.”

Erdogan berbicara melalui telepon dengan Raja Abdullah dari Yordania, Emir Kuwait Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Menteri Luar Negeri Turki Cavusoglu membahas masalah ini dengan mitranya di Iran, Aljazair, Pakistan, dan Rusia.

Menurut pernyataan dari kantornya, Erdogan mengatakan kepada Raja Abdullah bahwa serangan “tidak manusiawi” terhadap Palestina ditujukan kepada semua Muslim, seraya menambahkan bahwa Turki dan Yordania perlu bekerja sama untuk menghentikan mereka.

Erdogan juga menyampaikan pada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa komunitas internasional perlu “memberikan pelajaran” pada Israel.

Ia pun menambahkan bahwa Turki memiliki usulan sejak 2018 untuk mengirim penjaga perdamaian internasional ke wilayah tersebut untuk membantu melindungi Palestina.

Kerabat dan saudara dari seorang warga Palestina yang terbunuh oleh serangan Israel menangis di pemakaman Tepi Barat. AP

Tak hanya Erdogan dan Putin, Presiden Joko Widodo pun memberikan reaksi dengan mendesak PBB mengambil tindakan nyata.

Melalui Menlu Retno Marsudi, Jokowi menyebut tindakan Israel mengusir warga Palestina dan kekerasan di Masjid Al Aqsa tidak bisa dibiarkan.

“Bapak Presiden juga menyampaikan Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak PBB untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus dilakukan Israel. Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” imbuh Retno, Rabu (12/5).

Hubungan Israel dan Palestina memanas sejak penutupan akses ke Masjid Al Aqsa. Aparat kepolisian Israel melarang warga Palestina yang akan masuk kompleks masjid untuk memperingati Hari Kemenangan.

Hari Kemenangan merupakan peringatan atas pendudukan timur Yerusalem oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Pelarangan ini karena Hari Kemenangan bertepatan dengan bulan Ramadan dan dikhawatirkan akan memicu aksi kekerasan.

Namun bentrokan tetap terjadi justru saat aparat melarang warga Palestina memasuki masjid untuk tarawih dan itikaf di minggu terakhir Ramadan.

Selain itu, sengketa lahan pun menambah panas suasana. Pengadilan distrik Yerusalem menjatuhkan putusan dan memenangkan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Militer Israel terus melakukan serangan ke Gaza, Palestina. Sejumlah komandan militer Hamas dilaporkan tewas.

Dilansir AFP, Kamis (13/5/2021), ada empat komandan militer Hamas yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada Rabu malam waktu setempat. Salah satu komandan Hamas yang tewas yakni Bassem Isa.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan kepada para militer Palestina mengenai serangan yang dilancarkan negaranya. Netanyahu menyebut, serangan tersebut mengancam nyawa para militer Palestina.

“Ini baru permulaan, kami akan memberikan pukulan yang tidak mereka impikan,” katanya saat mengunjungi seorang gadis Israel yang terluka dalam serangan roket di sebuah rumah sakit di pusat negara.

Lebih dari 700 warga Palestina terluka di Yerusalem dan di seluruh Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir.

Aksi brutal Israel itu memicu ultimatum dari Hamas. Hamas pun menembakkan ratusan roket ke Israel yang kemudian direspons Israel dengan gempuran udara yang kemudian menewaskan sedikitnya 20 orang di Gaza, 12 di antaranya anak-anak. (afp/reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2