Waspada
Waspada » Seribuan Warga Demo Kantor Lurah Protes Jalan Rusak
Headlines

Seribuan Warga Demo Kantor Lurah Protes Jalan Rusak

SERIBUAN warga dari berbagai lingkungan melakukan aksi demo di depan Kantor Lurah Besar Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/8) menuntut pengaspalan jalan rusak di Jl. Pancing 1 dan pemasangan portal sehingga truk terado dan kontainer tak bisa melintas. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
SERIBUAN warga dari berbagai lingkungan melakukan aksi demo di depan Kantor Lurah Besar Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/8) menuntut pengaspalan jalan rusak di Jl. Pancing 1 dan pemasangan portal sehingga truk terado dan kontainer tak bisa melintas. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Seribuan warga yang bermukim di sejumlah lingkungan melakukan aksi demo di depan Kantor Lurah Besar, Kamis (27/8) sekira pukul 09:00 protes jalan Pancing yang rusak parah.

Warga mendesak Pemko Medan segera memperbaiki ruas jalan yang rusak parah sekaligus memasang portal agar truk-truk kontainer dan trado tidak bisa melintasi jalan raya di pemukiman padat penduduk tersebut.

Pantauan Waspada di lokasi aksi unjuk rasa, aksi unjuk rasa warga tersebut disebabkan kerusakan jalan raya di sepanjang Jl Pancing 1 sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki.

Kondisi jalan terkesan dibiarkan meskipun ribuan warga sudah berkali-kali melakukan aksi protes menuntut perbaikan jalan di Kantor PT Musim Mas dan di kantor Lurah Besar.

Sejauh ini tidak ada realisasinya bahkan kondisi Jl Pancing 1 semakin rusak parah.

Seorang pengunjuk rasa bernama Salman menyebutkan, kerusakan ruas Jl. Pancing 1 sudah bertahun-tahun tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Apalagi sudah banyak warga Martubung yang mengalami kecelakaan lalulintas, menderita luka berat, cacat seumur hidup bahkan ada yang meninggal dunia karena tergilas truk kontainer atau trado.

“Seluruh warga di semua lingkungan Kelurahan Besar meminta kepada Pemko Medan agar segera memperbaiki kerusakan jalan ini karena sangat meresahkan warga apalagi sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan,” teriak Salman.

Dijelaskan Salman, Jl. Pancing 1 merupakan kawasan pemukiman penduduk dan bukan lokasi pergudangan atau depo kontainer. Banyaknya truk kontainer dan trado yang setiap hari keluar masuk gudang mempercepat kerusakan jalan.

Selain itu, Salman juga memprotes keberadaan depo kontainer dan meminta Pemko Medan harus segera memindahkan depo kontainer ke lokasi lain.

Warga lainnya juga menyebutkan truk kontainer dan truk tanki milik perusahaan swasta PT Musim Mas yang setiap hari melintas acap menjadi penyebab kemacatan lalulintas dan kerusakan jalan raya.

“Warga sudah pernah melakukan aksi demo di depan kantor PT Musim Mas namun sampai sekarang tidak ada realisasinya,” sebut boru Regar ,50, dalam orasinya.

Menurut Boru Regar, pada musim kemarau, debu-debu berterbangan memasuki rumah-rumah dan warung-warung warga yang bermukim di pinggiran Jl. Pancing 1.

“Bila hujan turun, maka kekeringan akan berubah seketika menjadi lokasi banjir dan mengganggu kelancaran aktivitas warga sehari-hari,” ujar Boru Regar.

Di saat aksi unjuk rasa berlangsung, tidak terlihat anggota DPRD Medan dari Dapil II yang hadir di tengah ribuan warga tersebut.

“Mungkin karena saat ini bukan musimnya pemilihan calon anggota legislatif sehingga anggota dewan tidak mau hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan keluhan masyarakat,” ujar Rahman, warga Kelurahan Besar.

Aksi demo warga baru bubar setelah perwakilan unjuk rasa membacakan hasil kesepakatan bersama antara warga dengan Muspika Medan Labuhan.

Butir-butir kesepakatan tersebut yakni para pengusaha pemilik gudang dan depo kontainer harus memperhatikan klasifikasi jalan.

Sehingga truk-truknya tidak seenaknya saja melintas, warga bisa memasang portal sesuai dengan peraturan yang berlaku dan warga tetap berkordinasi dengan Pemko Medan.

Sementara itu, Camat Medan Labuhan Rudi Arisandi yang dikonfirmasi Waspada terkait aksi demo warganya tersebut enggan memberikan komentarnya.

“Sudah banyak kali saya berkomentar. Capek saya,” ketus Camat Medan Labuhan yang dinilai warga tidak memperdulikan keluhan warganya itu. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2