Waspada
Waspada » Seorang Petani Ditemukan Tewas Di Sungai
Headlines

Seorang Petani Ditemukan Tewas Di Sungai

SETELAH ditemukan korban tewas yang merupakan seorang petani dievakuasi dari bawah jembatan sungai.
SETELAH ditemukan korban tewas yang merupakan seorang petani dievakuasi dari bawah jembatan sungai.

SIMALUNGUN (Waspada): Seorang petani bernama Suken, 60, warga Huta I Margosono Nagori Mekar Mulia Kec Tanahjawa Kab Simalungun, ditemukan warga tewas tersangkut dibatu di pinggir sungai Bah Kisat Nagori Maligas Tongah Kec Tanahjawa Kab Simalungun, Sabtu (1/2).

Sebelumnya korban, diduga melompat dari atas Jembatan Bah Kisat ketinggan 15 meter sehingga dia mengalami luka pada pelipis kanan dan selanjutnya korban hanyut dibawa arus air sejauh 200 meter dari jembatan.

Dugaan ini juga dikuatkan dengan sepasang sandal korban yang tewas merupakan seorang petani ditemukan di jembatan sungai tersebut.

Disebutkan, pada Sabtu (1/2) sekira pkl. 05.50, saksi atas nama Romiadi (Karyawan Kebun) melintas di kuburan Maligas Tongah dengan mengenderai sepedamotor, kemudian melihat korban (Sukin) yang dikenalnya menyetop saksi dan minta tolong untuk diantarkan ke Nagori Tanjung Pasir, lalu saksi membonceng korban.

Karena saksi adalah Karyawan PTPN IV Kebun Balimbingan dan harus mengikuti apel pagi di Kantor afdeling II Bah Kisat maka korban diturunkan di dekat pondok Bah Kisat meminta Sukin bersabar menunggu di tempat itu sebentar karena dia mau apel dulu.

“Saya mau apel dulu ya wak, nanti setelah apel saya antar wawak ke Tanjung Pasir,” kata Romiadi kepada Sukin, sebagaimana keterangan Romiadi kepada petugas Polsek Tanahjawa.

Temukan sendal

Namun setelah saksi selesai apel pagi, korban sudah tidak ada lagi di tempatnya semula. Lalu saksi mencari dan menemukan sandal korban berada di atas Jembatan Bah Kisat.

Kemudian sekira pkl. 07.00 warga sekitar melakukan pencarian di sekitar sungai Bah Kisat dengan berpencar menyusuri sungai dan sekira pkl. 08.00 korban ditemukan dipinggir sungai yang tersangkut di batu dengan kondisi sudah tidak benyawa, dan jarak antara jembatan Bah Kisat dengan penemuan korban diperkirakan sejauh 200 meter.

Selanjutnya korban dievakuasi dari dalam sungai dan dinaikkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumhanya di Huta I Margosono Nagori Mekar Mulia Kec. Tanah Jawa Kab. Simalungun.

“Dugaan sementara bahwa korban meninggal dunia oleh karena terbentur ke dasar sungai dan mengena kebatu, (dengan ketinggian 15 meter dari jembatan) dan korban mengalami luka pada pelipis kanan dan selanjutnya korban hanyut dibawa arus air sejauh 200 meter,” ujar Kapolsek Tanahjawa, Kompol J.Purba, Minggu (2/2).

Dari hasil keterangan saksi (menantu korban bernama Hasan), bahwa korban ada mengidap sakit menahun yaitu penyakit Parkinson, bahkan sudah 9 tahun dan harus mengkonsumsi obat setiap hari.

Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan bahwa kematian korban bukan akibat perbuatan orang.

“Keluarga korban tidak ada merasa keberatan atas meninggalnya Suken dan mereka membuat surat pernyataan tidak setuju dilakukan autopsi dan pernyataan bahwa kematian korban bukan karena perbuatan orang, tetapi karena sakit menahun dan terjatuh,” ujar Kapolsek. (a29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2