Seorang Kakek Tewas Bunuh Diri Di Rel Kereta Api - Waspada
banner 325x300

Seorang Kakek Tewas Bunuh Diri Di Rel Kereta Api

  • Bagikan
PETUGAS kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban tewas dari rel kereta api. Waspada/Kristian Brahmana
PETUGAS kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban tewas dari rel kereta api. Waspada/Kristian Brahmana

TEBINGTINGGI (Waspada): Seorang kakek, Abdullah Sitorus, 65, warga Jalan Sopian Zakaria, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, tewas bunuh diri di perlintasan kereta api (KA) di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kamis (28/1).

Informasi yang berhasil diperoleh Waspada melalui saksi mata, Fitri, 50, menyebutkan sekitar pukul 10:30 dirinya melihat saat korban tewas sedang berbaring di rel KA, dan dirinya melarang agar korban jangan berbaring disana.

Karena omongannya tidak didengarkan oleh korban, dirinya pun pergi meninggalkan korban yang pada saat itu masih tetap berbaring.

“Tidak berselang lama, saya pun terkejut mendengar dari tetangga bahwa ada seorang pria tua yang dilindas KA, maka saya pun langsung berlari ke perlintasan KA yang tidak jauh dari rumah saya. Setibanya di lokasi saya terkejut melihat tubuh korban yang sudah terbelah dilindas KA”, kata Fitri.

Melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbelah, warga sekitar yang menyaksikan dilokasi tersebut langsung menghubungi personil Polsek Padang Hilir, agar dapat segera mengevakuasi jasad korban.

Setibanya dilokasi kejadian Kapolsek Padang Hilir, AKP P Manurung, bersama tim inavis Polres Tebingtinggi langsung mengevakuasi jenazah korban tewas yang terlindas KA menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi.

Kapolsek Padang Hilir AKP P Manurung kepada wartawan membenarkan telah terjadi kejadian kecelakaan KA yang melindas seorang kakek warga Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.

“Kakek tersebut memang sudah linglung, mungkin dia kelelahan setelah mengutip barang bekas jadi dia berbaring di rel KA, dan ketika korban berbaring disaat itu juga KA jurusan Tanjung Balai-Kota Tebingtinggi, maka kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan lagi”, kata AKP P Manurung. (a37)

  • Bagikan