Waspada
Waspada » Seorang Kakek Gantung Diri Di Simalungun
Headlines Sumut

Seorang Kakek Gantung Diri Di Simalungun

WARGA ikut membantu menurunkan jasad Asrianto dari pohon rambutan disaksikan petugas kepolisian setempat.
WARGA ikut membantu menurunkan jasad Asrianto dari pohon rambutan disaksikan petugas kepolisian setempat.

SIMALUNGUN (Waspada): Seorang pria, Asrianto, 50, warga dusun III Desa (Nagori) Bandar Malela Kec. Gunung Maligas, Kab Simalungun, ditemukan tewas tergantung di pohon rambutan depan rumahnya, Rabu (8/4) sekira pk. 15.30.

Tidak jelas diketahui apa yang menjadi penyebab korban nekat gantung diri. Istri korban juga mengatakan, sebelumnya tidak ada cek cok dengannya.

Namun, keluarga mengakui sebelum korban ditemukan tewas tergantung di pohon rambutan itu, korban terlihat seperti termenung.

Kapolsek Bangun, AKP B.Manurung, melalui Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Lukman Hakim Sembiring, Kamis (9/4) membenarkan adanya peristiwa gantung diri seorang warga bernama Asrianto di Desa Bandar Malela, Kec. Gunung Maligas.

Dikatakan, peristiwa itu sempat mengagetkan warga setempat.

Jenazah korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tergantung di pohon depan rumahnya menggunakan tali kabel dan pertama sekali ditemukan putri korban sendiri yang masih berusia 9 tahun.

Kejadiannya, sebelum korban ditemukan tewas tergantung di pohon rambutan depan rumahnya itu, sesuai kesaksian anak korban, seperti biasa pagi sekira pukul 09.00 korban masih sarapan pagi sambil minum teh manis di dalam rumah.

Kemudian memasuki waktu siang, korban masih terlihat duduk di bawah pohon sawit di depan rumahnya dan tak berapa lama korban masuk ke dalam rumah untuk makan siang.

Seusai makan siang, korban kembali keluar dan duduk di atas batu sekitar rumahnya sambil termenung.

Beberapa saat setelah itu, putri korban keluar rumah dan melihat bapaknya (korban) sudah tergantung di pohon rambutan di depan rumah mereka.

Putri korban yang masih berusia 9 tahun itu langsung menjerit dan memanggil abangnya bernama Tedi Sahputra, 14, dan penemuan itu segera diberitahukan kepada ibunya dan warga setempat, sehingga dalam beberapa menit warga berdatangan.

Warga ikut membantu menurunkan korban dari pohon rambutan tersebut disaksikan petugas kepolisian setempat.

Berdasarkan hasil olah TKP oleh Polisi dan pemeriksaan secara medis bidan setempat, bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kemudian korban mengelurkan air liur dan pada celana korban ditemukan sperma.

Sedangkan pada leher ada bekas lilitan kabel.

Atas kejadian ini, keluarga korban tidak merasa keberatan atas kematian korban dan bersedia membuat surat penyataan.

Keterangan yang diambil dari istri korban, selama ini almarhum tidak pernah cek cok dengan keluarga maupun dengan jiran tetangga.

“Dalam kejadian itu, pihak Polsek Bangun telah melakukan cek TKP, memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti berupa sebuah kabel,” ujar Sembiring. (a29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2