Sengketa Air Tewaskan 31 Orang Di Perbatasan Kirgistan-Tajikistan - Waspada

Sengketa Air Tewaskan 31 Orang Di Perbatasan Kirgistan-Tajikistan

  • Bagikan
Sengketa air menewaskan 31 orang dan melukai puluhan lainnya di perbatasan Kirgistan-Tajikistan. BBC

BISHKEK, Kirgistan (Waspada): Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas, puluhan terluka, dan 10.000 lainnya dievakuasi dalam sengketa air yang menyebabkan bentrokan mematikan dalam beberapa tahun di perbatasan Kirgistan-Tajikistan.

Dilansir BBC, Minggu (2/5/2021), bentrokan dimulai pada Rabu ketika orang-orang dari kedua belah pihak saling melempar batu setelah kamera pengintai dipasang di fasilitas air.

Sebelumnya gencatan senjata dan penarikan pasukan telah disepakati, tetapi beberapa penembakan sepertinya terus berlanjut. Jumlah korban berasal dari pihak Kirgistan dan Tajik belum jelas.

Menteri Kesehatan Kirgistan Aliza Soltonbekova mengatakan dalam siaran televisi bahwa 31 orang telah tewas dan lebih dari 150 luka-luka sejak kekerasan dimulai pada Kamis.

Gambar yang dipublikasikan di media sosial menunjukkan beberapa bangunan terbakar di wilayah tersebut, di area yang disengketakan di sekitar wilayah Batken di Kirgistan.

Bangunan yang terbakar, di antaranya pos perbatasan, lebih dari 20 rumah, sekolah, delapan toko, dan kasino, menurut kementerian darurat Kirgistan.

Gubernur provinsi Batken di Kirgistan mengatakan kedua belah pihak telah setuju bahwa peralatan pengawasan air harus disingkirkan, tetapi Tajikistan kemudian menolak.

Laporan mengatakan penjaga perbatasan terlibat setelah bentrokan awal yang meningkat. Unit militer dari kedua belah pihak mulai baku tembak pada Kamis. Tetapi kemudian pada hari itu gencatan senjata diumumkan akan berlaku mulai pukul 20:00 (14:00 GMT), dengan angkatan bersenjata kembali ke pangkalan mereka.

Seorang perwakilan polisi di Batken mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa penembakan terus dilakukan pada malam hari “tetapi tidak secara intensif”. Penembakan terjadi “antara unit militer dan warga sipil”, katanya.

Pada Jumat, Tajikistan mengakui gencatan senjata dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh layanan informasi negara. Namun, negara sejauh ini mengakui tidak ada korban atau kerusakan akibat kekerasan tersebut.

Pertempuran Kirgistan-Tajikistan difokuskan pada fasilitas air di wilayah yang diklaim oleh kedua belah pihak. Seperti banyak bagian Asia Tengah, perbatasan antara kedua negara telah menjadi fokus ketegangan selama 30 tahun terakhir.

Sebelumnya, tidak masalah wilayah mana yang menjadi milik siapa karena orang dapat bergerak bebas di antara Republik Soviet. Namun, runtuhnya Uni Soviet menghasilkan batasan yang keras dan potensi kekerasan.

Perbatasan yang berkelok-kelok antara Tajikistan dan Kirgistan sangat tegang karena lebih dari sepertiga dari panjang wilayah 1.000 km masih diperdebatkan.

Pembatasan akses terhadap air tanah, yang disengketakan sering menyebabkan bentrokan mematikan Kirgistan-Tajikistan di masa lalu. Pertempuran terakhir adalah yang terberat dalam beberapa tahun dan telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas antara dua negara tetangga yang miskin. (bbc/m11)

  • Bagikan