Waspada
Waspada » Sempat Tertunda, Dosmar-Oloan Akhirnya Mendaftar Ke KPUD Humbahas
Headlines Sumut

Sempat Tertunda, Dosmar-Oloan Akhirnya Mendaftar Ke KPUD Humbahas

BAPASLON Bupati-Wakil Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan menyerahkan dokumen pendaftaran kepada KPUD Humbahas. Waspada/Ist
BAPASLON Bupati-Wakil Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan menyerahkan dokumen pendaftaran kepada KPUD Humbahas. Waspada/Ist

DOLOK SANGGUL (Wasapada): Setelah sempat tertunda, bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan akhirnya mendaftar ke KPUD Humbahas, Minggu (6/9).

Dengan diusung enam gabungan partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di DPRD, bapaslon itu meyerahkan dokumen syarat pencalonan kepada KPUD Humbahas untuk diteliti sebagaimana peraturan yang berlaku.

Ketua KPUD Humbahas, Binsar Pardamean Sihombing, kepada Waspada di sela penerimaan pendaftaran, menyampaikan bahwa setelah dilakukan penelitian dokumen pendaftaran bapaslon Dosmar-Oloan sudah memenuhi syarat pencalonan sesuai dengan PKPU Nomor 1/2020.

Dia juga memaparkan atas pemeriksaan berkas pencalonan, bahwa gabungan Parpol yang mengusung bapaslon Dosmar-Oloan, sebanyak enam partai yang memiliki kursi di DPRD.

Partai tersebut, masing-masing PDIP, Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra dan Demokrat.

Selanjutnya, terkait pendaftaran Dosmar-Oloan tersebut, kata Binsar, pihaknya telah mengeluarkan berita acara (BA) pendaftaran serta tanda terima pendaftaran.

Artinya dengan BA dan tanda terima pendaftaran itu, syarat pencalonan dari bapaslon Dosmar-Oloan sudah memenuhi syarat.

“Untuk syarat calon, selanjutnya akan dilakukan verifikasi, apakah memenuhi syarat atau perlu perbaikan. Jika perlu perbaikan maka akan diberitahukan kepada bapaslon,” terangnya.

Ditanya syarat pencalonan dari partai Golkar yang sebelumnya tidak memenuhi syarat, kata Binsar, bahwa pada hari ini, Partai Golkar sudah menghadirkan pengurus DPP yang dilengkapi dengan mandat untuk menandatangani B1KWK.

Dan setelah data dicocokkan dengan Sipol KPU, yang bersangkutan merupakan pengurus DPP dan menjabat sebagai Wasekjen Partai Golkar.

“Jadi menurut kami sudah memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai PKPU Nomor 1 Tahun 2020, pasal 39 ayat 3 b dan 3 b1,” ujarnya.

Perindo dan PSI Tersisih Sebagai Pengusung

Dalam proses pencalonan bapaslon bupati Dosmar-Oloan ke KPUD Humbahas, partai Perindo dan partai PSI akhirnya tersisih sebagai pengusung setelah sebelumnya kedua partai tersebut menyatakan dukungan kepada kandidat Petahana.

Pasalnya dalam pencalonan tadi, Partai Perindo dan PSI tidak bisa menghadirkan pimpinan/pengurus Parpol yakni Ketua dan Bendahara.

“Dalam proses pencalonan, bahwa Parpol yang mengusung harus hadir pada saat pendaftaran. Pimpinan Parpol dalam hal ini adalah ketua dan sekretaris. Sementara untuk Perindo hanya dihadiri Ketua Partai. Sementara PSI, hanya dihadiri Sekretaris Partai” tukasnya.

Katanya bahwa, ketidakhadiran pengurus Parpol tersebut tanpa surat resmi dari instansi terkait.

“Jadi dikembalikan kepada bapaslon. Karena terkait dinamika partai, itu ranahnya bapaslon, teknisnya bagaimana dan mengapa,” kata Binsar.

Terpisah ketua Perindo Humbahas, Guntur Simamora saat dihubungi Waspada via ponselnya mengaku tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Sekretaris Perindo dalam proses pencalonan bapaslon Dosmar-Oloan.

Dia juga menyampaikan bahwa, dirinya sudah bolak-balik menghubungi via telepon, namun dirinya tetap tidak mendapat jawaban.

Sementara, Sekretaris PSI Humbahas, Leonardus Sitinjak ketika dihubungi melalui selulernya mengakui ketidakhadiran ketua partai dalam proses pendaftaran.

Katanya, dihubungi via ponselnya juga tidak membuahkan jawaban.

Sementara setelah menyampaikan dokumen pendaftaran ke KPUD Humbahas, Dosmar Banjarnahor saat dimintai tanggapannya, mengaku memutuskan untuk meninggalkan Perindo dan PSI sebagai partai pengusung.

“Pada saat ini pengurus Perindo, hanya ketua yang datang dan PSI ketua yang absen. Sehingga hasil koordinasi dengan partai pengusung lainnya, kedua partai ini harus ditinggalkan sebagai partai pengusung karena mulai dari kemarin semua sudah capek,” kata Dosmar.

Pun demikian, dalam proses Pilkada ini, Dosmar tetap berharap dukungan masyarakat dan bersama-sama untuk mewujudkan kesejahteraan. (cas)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2