Waspada
Waspada » Sempat Gempar Penculikan Anak, Ternyata Dibawa Praktik Salon Tanpa Permisi
Headlines Sumut

Sempat Gempar Penculikan Anak, Ternyata Dibawa Praktik Salon Tanpa Permisi

ANAK (pakai kerudung merah) yang dibawa praktek salon tanpa permisi kepada orang tuanya yang awalnya diduga diculik. Waspada/Mohot Lubis
ANAK (pakai kerudung merah) yang dibawa praktek salon tanpa permisi kepada orang tuanya yang awalnya diduga diculik. Waspada/Mohot Lubis

P SIDIMPUAN (Waspada): Warga P Sidimpuan pada awalnya dihebohkan dengan dugaan penculikan anak di Kecamatan P Sidimpuan Tengggara, namun ternyata dibawa praktik salon tanpa permisi kepada orang tuanya, Selasa (2/2).

Informasi dihimpun Waspada.id, pada awalnya orang tua dari anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar merasa kehilangan anaknya karena sudah sekira dua jam tidak kelihatan.

Di tengah pencarian tersebut, salah seorang warga mengungkapkan bahwa anak dimaksud dibawa oleh dua orang perempuan yang masih tergolong usia muda sekira pukul 11:00 WIB.

Atas Informasi itu, warga langsung melakukan pencarian ke berbagai lokasi dan di tengah pencarian, bertemu dengan anak yang dicari bersama kedua orang perempuan yang membawa anak tersebut.

Selanjutnya kedua perempuan itu dibawa ke Kantor Kepala Desa untuk untuk ditanyai serta diminta untuk menghadirkan keluarganya agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Berdasarkan penuturan kedua perempuan yang membawa anak itu, mereka sedang melakukan praktik salon (potong rambut) dan untuk bahan praktik, mereka mencari anak yang mau dipotong rambutnya.

Saat bertemu dengan anak yang sempat diduga diculik, mereka bertanya apakah anak itu mau dipotong rambutnya dengan baik dan anak itu mengiyakannya.

Kemudian salah seorang dari perempuan itu menyarankan agar dipermisikan pada orang tuanya, namun sang anak itu mengatakan tidak usah.

Untuk memperjelas penuturan dari kedua perempuan yang masih duduk dibangku sekolah SMA sederajat, Kepala Desa Huta Lombang, Arjun Harahap meminta agar anak yang dijadikan bahan praktik salon itu dihadirkan.

Setelah mendapat penjelasan dari kedua belah pihak bahwa telah terjadi kesalahpahaman akibat tidak dipermisikan kepada orang tuanya, Kades menyarakankan berdamai saja dan kedua belah pihak setuju.

“Kita sepakati bahwa setelah diberi ‘upa upa tondi’ dan pengganti minyak masyarakat yang mencarinya tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Kades. (a39)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2