Sempat Ditahan Di Malaysia, 10 Nelayan Deliserdang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Ditahan Di Malaysia, 10 Nelayan Deliserdang Akhirnya Dipulangkan

  • Bagikan
10 nelayan tradisional asal Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang yang tiba di dermaga Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Kamis (21/10) yang sempat ditahan selama beberapa hari di Malaysia. Waspada/Ist
10 nelayan tradisional asal Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang yang tiba di dermaga Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Kamis (21/10) yang sempat ditahan selama beberapa hari di Malaysia. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Meski sempat beberapa hari ditahan di Malaysia, 10 nelayan tradisional asal Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya dipulangkan dan tiba di dermaga Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Kamis (21/10) sekira pukul 09:30.

Para nelayan tersebut dijemput oleh Patroli Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga masing-masing di kantor PSDKP Gabion Belawan.

Ke-10 nelayan yang telah kembali kepada keluarganya itu masing-masing
Agus Salim ,25, M Ali Topan ,19, Agus Tami Tanjung ,47, Rizky Alamsyah ,21, Aldi ,17, Mhd Ali Hatari ,19, Abdulah Sani ,25, Agus Syahputra ,25, Robi Hermawan Silalahi ,25, dan Juma ,27,.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Andri Fahrulsyah mengatakan, pemulangan 10 nelayan yang sempat ditahan di Malaysia setelah melakukan koordinasi kepada pihak APMM Malaysia.

“Setelah kita lakukan klarifikasi. Kita lakukan upaya perundingan dengan meminta keringanan, karena nelayan ini adalah nelayan tradisional. Mereka ini tidak tahu, sehingga terbawa arus melewati perbatasan wilayah perairan Malaysia. Bersyukur, prosesnya cepat dengan dilakukan pendekatan sebelum proses hukum berjalan sehingga, mereka dapat segera dipulangkan,” jelas Andri.

Ditanya apa dasar pertimbangan Pemerintah Malaysia memulangkan Nelayan Deliserdang tersebut ?, Andri mengaku, tentunya adanya negoisasi dari institusi di pusat seperti Direktorat Penanganan Pelanggaran dan Direktorat Pemantauan Operasi Armada Ditjen PSDKP. Dasar pertimbangannya adalah, kapal yang digunakan nelayan dengan bobot kecil 5 grosstone dan kelengkapan radar belum dilengkapi.

“Yang pasti, pemulangan ini tidak ada barter dengan nelayan Malaysia yang ditahan di Indonesia. Jadi, alasannya karena nelayan yang ditangkap ini skala kecil. Kemungkinan mereka bisa saja terbawa arus, makanya ini dasar pertimbangannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, 10 nelayan asal Kecamatan Pantai Labu ini ditangkap APMM Malaysia karena mereka telah melewati batas wilayah masuk di perairan Malaysia.(m27)

  • Bagikan