Waspada
Waspada » Selama Kotak Hitam SJ-182 Belum Diperiksa, Semua Pihak Diimbau Menahan Diri
Headlines

Selama Kotak Hitam SJ-182 Belum Diperiksa, Semua Pihak Diimbau Menahan Diri

Mantan Pilot senior Garuda Indonesia, Kapten Darwis Panjaitan (Dok pribadi)  

JAKARTA (Waspada ): Selama kotak hitam (Black Box) belum diperiksa dan dianalisa, mantan Pilot senior Garuda Indonesia, Kapten Darwis Panjaitan memastikan tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang di Kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Karena itu, Panjaitan yang pernah di posisi Ketua Bidang Profesi Pilot, Federasi Pilot Indonesia ini mengimbau agar semua pihak, terlebih khusus para pengamat menahan diri untuk memberikan pernyataan ke publik, khususnya menyangkut sebab musebab jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Darwis mengamati komentar-komentar dan opini-opini yang berkembang di publik sama sekali tidak ada hubungannya dan tidak juga mengungkapkan apa peyebabnya.

Walaupun sudah menerbangkan Pesawat Garuda selama 37 Tahun tetapi dirinya merasa tidak bijak jika berandai-andai terhadap peristiwa yang dialamai Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Sebab dirinya khawatir akan mengganggu tim yang ditunjuk pemerintah, yang mendapat wewenang otoritas untuk investigasi kejadian.

“ Saya mohon maaf  dan mengimbau  bapak-bapak untuk menahan diri memberikan opini ke publik. Kalau kita merasa diri pakar, lebih baik kita memberikan masukan kepada institusi yang berwenang. Bukan untuk dipublikasi kepada masyarakat apa yang ada dalam pikiran kita,” imbau Darwis Panjaitan kepada pers di Jakarta, Jumat (15/1).

Darwis mengatakan khusus data dan fakta yang paling komplit, akurat sebetulnya adalah pengalaman, dan itu hanya dapat dari pilot karena dia yang melakukan penerbangan. Tetapi oleh pengalaman sejarah, apabila pilotnya juga menjadi korban, maka yang dibutuhkan adalah data- data yang paling aman. Itu sebabnya ada kotak hitam. Ada dua buah kotak yang harus ada dalam setiap pesawat terbang yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). Kedua boks itu menyimpan informasi penerbangan seperti ketinggian, kemiringan  kecepatan arah dan lain lain guna membantu dalam rekonstruksi berbagai peristiwa yang terjadi termasuk kecelakaan pesawat terbang.
Jika kotak hitam sudah ditemukan maka Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berkewenanangan untuk menyelidiki menginvestigasi secara fakta dan data apa yang terjadi, tetapi bukan untuk mencari siapa yang salah melainkan untuk mencari apa yang terjadi. Dari sini nanti, sesuai data yang ada barulah dianalisa oleh pakar pakar yang tentunya tidak semua orang bisa menganalisanya. Mereka, orang yang memiliki pengetahuan dan pengakuan dari
pemerintah atau otoritas penerbangan, tandas Darwis Panjaitan.

Karena itu Darwis mengakui sangat kecewa sebab sejak insiden dan belum ditemukannya Black Box, sudah ada  memberikan opini pesawat jatuh. Pesawat sudah begini dan sudah hancur.

Pendapat pendapat itu dilontarkan tanpa ada kesan menjaga sedikit pun perasaan para keluarga korban yang berharap keluargamya masih selamat .

“ Tolonglah! Justru sebagai umat beragama, saya ingatkan kembali, apabila ada kejadian begini marilah kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya diberikan mukjizat. Sebab tidak ada yang tidak mungkin,” imbau Eks Chief Instructor Boeing 747 Garuda Indonesia ini sembari mengajak semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa dan kemanusiaan

Darwis membeberkan contoh hilangnya ‪MH370‬ Malaysia Airlines, yang sampai sekarang tidak tahu jatuhnya di mana.

“Kalau kita amati saat itu, tidak ada seorang pilot Malaysia atau pilot Singapura atau pakar-pakar atau yang merasa dirinya pakar memberikan komentarnya? Tidak pernah ada yang memberikan komentar sampai sekarang,” urai dia.

“Tapi beribu maaf kepada kepada saudaraku yang saya hormati dan cintai. di Indonesia nampaknya banyak komentar agar kelihatan sangat hebat, terkesan melebihi para pakar yang ada di dunia ini. Bayangkan saja, pesawat pun tidak pernah diterbangkan, tapi sudah bicara tentang menerbangkan pesawatnya. Maaf saya sampaikan ini mengingatkan saudara-saudaraku supaya menahan diri,” tambah dia.

Secara khusus, Darwis Panjaitan menyampaikan rasa hormatnya kepada mereka yang melaksanakan tugasnya dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab. Mencari para korban tidak mengenal lelah.Mereka adalah orang-orang yang berkualitas dan bonafit secara pendidikan.

“Terima kasih buat bapak-bapak dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dan KNKT yang telah bekerja keras. Juga, jajaran TNI dan Polri. Saya pribadi berdoa kepada tim yang tengah bekerja keras dan kiranya bapak-bapak mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan,”tujas Jebolan Akademi Penerbangan NASA, Cessnock, Australia ini. (j05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2