Waspada
Waspada » Selama Covid-19, Ombudsman Sumut Telah Selesaikan Laporan Masyarakat Lewat Virtual
Headlines Medan

Selama Covid-19, Ombudsman Sumut Telah Selesaikan Laporan Masyarakat Lewat Virtual

MEDAN (Waspada): Selama membuka posko pengaduan Covid-19 dari April hingga Juli 2020, Ombudaman RI Perwakilan Provinsi Sumatra Utara telah menyelesaikan 70 an laporan masyarakat dari 81 laporan yang masuk.

“Semua instansi penyelenggara pelayanan publik di Indonesia dengan merubah kebijakan dalam melakukan pelayanan. Dimana sejak April hingga Juli 2020 secara nasional termasuk Ombudsman Provinsi Sumut membuka posko pengaduan Covid-19,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut Abyadi Siregar kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (27/11).

Dikatakan Abyadi, selama tiga bulan posko pengaduan dibuka, pihaknya mendapat respon tinggi dari masyarakat dengan jumlah laporan sampai 81 laporan yakni terkait bantuan sosial, layanan kesehatan dan keuangan.

“Dari 81 laporan itu sekitar 70 laporan bisa ditindaklanjuti. Sedangkan sisa nya karena tidak memenuhi persyarakat formil misalnya pelapor tidak memiliki data pribadi dan dokumen laporan tidak lengkap,” ucapnya.

Dipaparkannya, laporan yang ditindaklanjuti itu telah selesai dilakukan Ombudsman dengan tetap mengikuti kebijakan prokol kesehatan (prokes) yakni dengan penyelesaikan secara virtual.

“Kami menyelesaikan laporan itu dengan zoom meeting terhadap pelapor dan yang terlapor. Dengan meminta klarifikasi langsung agar penanganan laporan dapat diselesaikan tuntas,” kata Abyadi.

Dilanjutkannya, laporan pengaduan yang terselesaikan tersebut untuk bantuan sosial, yakni masyarakat banyak mengadu tidak mendapatkan bantuan sosial.

“Ini kita klarifikasi ke Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan. Dan akhirnya masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan sosial bisa mendapatkan hak nya. Serta memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ternyata mendapatkan 2 bantuan sosial,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pengaduan terkait kesehatan, dikatakan Abyadi, terkait hasil swab pasien di rumah sakit yang sudah berminggu tidak keluar dan setelah dicek sample nya hilang.

Selain melakukan penyelesaian laporan masyarakat melalui virtual, kata Abyadi, pihaknya secara internal juga melakukan tugasnya selama Covid-19 dengan zoom meeting.

“Kita sudah menyusun tata tertib zoom internal dan tata tertib memeriksa pelapor dengan zoom. Dimana laporan akhir pemeriksaan juga lewat zoom. Karena selama Covid-19 meski terjadi hambatan dengan tidak ketemu langsung, tapi pihaknya berusaha maksimal dalam melaksanakan tugasnya,” tutur Abyadi. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2