Sekda LIRA Deliserdang Minta Bupati Bersama Masyarakat Cabut Izin Dan Boikot Swalayan Alfamart - Waspada
banner 325x300

Sekda LIRA Deliserdang Minta Bupati Bersama Masyarakat Cabut Izin Dan Boikot Swalayan Alfamart

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Sekretaris Daerah (Sekda) LIRA Kabupaten Deliserdang, Irwansyah SE meminta Bupati H Ashari Tambunan mencabut izin operasional Swalayan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) di seluruh wilayah Deliserdang karena pihak Alfamart dianggap telah melanggar Undang-undang tenaga kerja serta membangkang putusan dan anjuran Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) membayar pesangon maupun uang pengganti perumahan kepada mantan karyawan yang diberhentikan secara sepihak.

Dia juga mengajak masyarakat luas untuk membela serta mendukung korban PHK Roqaya Hak Barus SE (foto) yang diperlakukan tidak adil dengan beramai-ramai memberi sanksi memboikot belanja di toko Alfamart yang tersebar luas di Deliserdang.

Imbauan serta ajakan tersebut dicetuskan Irwansyah SE di Lubukpakam, Selasa (14/9). “Sebagai warga Deliserdang kita tidak apriori terhadap perusaan luar yang berskala nasional untuk mengembangkan usaha di kabupaten yang bersebelahan dengan Kota Medan ini. Bahkan kita patut bersukur serta berterima kasih karena kehadiran mereka telah membuka lapangan pekerjaan secara luas bagi anak Deliserdang,” katanya.

Meskipun PT Alfamart telah banyak menampung tenaga kerja di kawasan Deliserdang bukan berarti pihak manajemen atau pimpinan perusahaan dapat bertindak otoriter. Memecat para pekerja, dengan sesuka hati tanpa memperhatikan kaidah hukum yang melindungi hak dasar para kerja.

Terbukti, sambung Irwan, PT Alfamart mengabaikan anjuran pemerintah yang memutuskan agar Alfamart membayar uang pesangon berikut uang pengganti sewa rumah.

Pembangkangan tersebut agar menjadi perhatian serius Bupati serta memberi sanksi pencabutan izin usaha PT Alfamart di wilayah Kabupaten Deliserdang. Sikap tegas Bupati diperlukan untuk menimbulkan efek jera pihak Alfamart sekaligus merupakan bentuk perlindungan terhadap warga pekerja.

Irwansyah juga mengajak warga Deliserdang melakukan perlawanan terhadap manajemen Alfamart dengan memberi sanksi moral tidak berbelanja di toko Alfamart.

Wakil Ketua DPRD Deliserdang Drs Ahmad Tala’a mengatakan sudah mengetahui adanya surat pengaduan korban pemutusan hubungan kerja atas nama Roqaya Hak Barus karena tidak dibayar PT Alfamart haknya.

DPRD melalui Komisi B akan menjadwalkan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil pihak yang bersengketa termasuk dinas tenaga kerja Deliserdang, kata Ahmad Tala’a yang juga merupakan Koordinator Komisi B DPRD Deliserdang.

Ka Bidang SDM PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Sandro ketika dikonfimasi, Senin (13/9) menolak diwawancarai via handphone terkait nasib Roqaya Hak Barus dengan alasan dia masih punya atasan. Untuk itu Sandro mengundang Waspada datang langsung melakukan wawancara ke kantor besar Alfamart di Jalan Industri, Tanjungmorawa.

Sesampainya di kantor Alfamart pukul 12:00, Sandro tidak dapat ditemui, resepsionis bernama Ika menginformasikan pak Sandro masih rapat internal dan para wartawan disarankan dapat kembali lagi pukul 14:00 WIB. Namun setibanya kembali di kantor besar Alfamart sesuai jam yang dijanjikan, Sandro tetap tidak bersedia ditemui untuk diwawancarai. Menurut Ika, Sandro tidak berkenan ditemui karena masih sibuk melakukan rapat.

Sebelumnya Roqaya Hak Barus melalui Kuasanya meminta perlindungan dengan mengadukan PT Alfamart ke DPRD Deliserdang. Dalam pengaduan disebutkan bahwa Kadisnaker Deliserdang Drs Binsar TH Sitanggang MSP setelah melakukan mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industri antara pihak PT Alfamart pimpinan Bayu Agri Nugroho dengan korban Roqaya Hak Barus, menganjurkan melalui surat nomor: 560/227/DK-5FM/DS/2020 tanggal 22 Desember 2020 agar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk segera membayar uang pesangon dan pengganti perumahan kepada pekerja yang diberhentikan Sdri Roqaya Hak Barus sebesar Rp35.420.000.

Anjuran pembayaran kepada Roqaya sesuai UU No 13 tentang ketenagakerjaan Pasal 161 ayat (1), (2), (3), d. (czb)

  • Bagikan