Waspada
Waspada » Sekda Aceh Utara: Kantong Jenazah PDP Sudah Dibuka Dan Dimandikan
Aceh Headlines

Sekda Aceh Utara: Kantong Jenazah PDP Sudah Dibuka Dan Dimandikan

SEKDA Aceh Utara Abdul Aziz Midat menyebutkan kantong jenazah PDP sudah dibuka Dan dimandikan. Waspada/Maimun Asnawi
SEKDA Aceh Utara Abdul Aziz Midat menyebutkan kantong jenazah PDP sudah dibuka Dan dimandikan. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Kantong jenazah PDP sudah dibuka dan dimandikan setiba di rumah duka, ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Abdul Aziz Midat saat dikonfirmasi Waspada di ruang kerjanya, Kamis (26/3) siang.

Hal itu dikatakan Sekda sehubungan dengan meninggalnya salah seorang warga Gampong Pulo Blang Trieng, Kecamatan Syamtalira Bayu berinisial EY, 43, pasien PDP Covid 19 meninggal di RSUZA Banda Aceh kemarin malam.

“Informasi meninggalnya pasien PDP di Gampong Pulo Blang Trieng sudah kita sampaikan ke Kepala Puskesmas dan camat setempat.”

Kemudian, sebut Sekda, sampai saat ini Kamis (26/3) pukul 17:35 belum ada informasi tentang apakah sudah difardhukifayahkan atau tidak.

Yang jelas di sana, katanya, sesuai informasi yang berkembang, kantong jenazah PDP sudah dibuka dan akan difardhukifayahkan.

Menunggu Informasi Resmi

Apakah informasi ini benar, kita masih menunggu informasi resmi, sebut Abdul Aziz Midat.

Menjawab Waspada, Aziz mengatakan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atas nama EY, 43, warga Pulo Blang Trieng, Syamtalira Bayu, meninggal kemarin malam, Rabu (25/3) pukul 12:00 di RSUZA Banda Aceh.

EY dikabarkan baru beberapa hari pulang dari Malaysia karena seluruh kegiatan di negeri jiran itu telah ditutup dan yang bersangkutan pulang ke Aceh.

“EY pulang untuk mendapatkan perawatan medis karena selama ini sakit.”

Dia, sebut Aziz, dirawat di RSUZA Banda Aceh.

Perawatan di sana dilakukan hingga pasien menghembuskan nafas terakhir.

Dan pihak rumah sakit telah mengembalikan jenazah EY ke rumah duka di Aceh Utara yaitu di Meunasah Pulo Blang Trieng,” terang Abdul Aziz.

Mendengar informasi EY meninggal dan disebut-sebut sebagai PDP Covid 19, sebagian warga Meunasah Pulo Blang Trieng resah.

Sebagian lainnya tidak percaya, kalau almarhum meninggal gara-gara Covid 19, tetapi diyakini EY meninggal karena mengalami sakit lainnya (bukan Corona).

Karena itu, sebagian masyarakat mengambil kesimpulan jenazah EY harus dimandikan dan dishalatkan.

“Informasi yang kita terima seperti itu. Warga melayat ke rumah duka seperti biasa. Seandainya EY meninggal dikarenakan Virus ini bagaimana,” tanya Abdul Aziz bimbang.

Aziz menyebutkan pihaknya telah memerintahkan camat setempat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang proses pemakaman yang sebenarnya.

“Kalau benar EY meninggal disebabkan Virus, maka tindakan apa yang kita lakukan. Sampai sekarang ini EY tercatat di RSUZA Banda Aceh sebagai PDP Covid 19.”

Memang belum dapat dipastikan karena belum ada hasil kongkrit, katanya penuh kebimbangan.

Harus Waspada

Sekda Aceh Utara itu juga menyebutkan, kalau pihaknya dan seluruh masyarakat harus selalu waspada, terutama geusyiek (kepala desa).

Kepala desa selalu menginformasikan tentang perkembangan warganya di desa masing-masing seperti melaporkan jika ada warga yang baru pulang dari luar daerah.

Terutama pulang dari daerah transmisi Virus Corona.

Terkait informasi di atas, tokoh masyarakat Aceh Utara, T. Hasansyah menyayangkan kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang lamban termasuk Tim Satgas Gugus Covid 19.

“Masak iya, untuk mengetahui apakah EY difardhukifayahkan atau tidak, mereka tidak mampu memastikan,” sebut Hasansyah.

Hingga sore hari masih juga belum mendapatkan informasi akurat. Padahal itu informasi penting yang harus disampaikan.

Kalau EY meninggal normal bukan karena Virus, maka kita tidak perlu cemas, tetapi apabila EY meninggal karena Corona ini sangat mengkhawatirkan, tambah Hasansyah.

Semua kita harus waspada, karena wabah Corona sangat menakutkan kita semua,” kata T Hasansyah. (b18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2